Banyak Penyintas HIV/AIDS di Pangandaran Belum Ditemuka

0
106
Para kader di Isue HIV/AIDS saat berfoto bersama wakil bupati Adang Hadari usai upacara Hari Aids beberapa waktu lalu. Syamsul Arifin/SPC

Pangandaran, SPC – Penanggulangan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pangandaran semakin gencar dilakukan dalam satu-dua tahun terakhir.

Setidaknya dalam data yang terhimpun di Yayasan Matahati Jawa Barat, ada sekitar 72 orang di Kabupaten Pangandaran sudah terinfeksi virus mematikan tersebut.

“72 orang ini yang baru ketahuan, kalau merunut dari rumus World Health Organisation, ini seperti fenomena puncak gunung es. Masih masih banyak yang terpapar di Pangandaran namun belum ditemukan,” ungkap Ketua Yayasan Matahati Agus Abdullah kepada SPC Selasa (4/12).

Peran kader peduli HIV/AIDS di Kabupaten Pangandaran, kata Agus, masih belum maksimal. Sampai hari ini tegas ia baru 100 orang saja kader yang peduli terhadap isue HIV/AIDS.

“Ya idealnya kader ini harus seperti kader PKK, mereka ada ditiap lini, dari tatanan pemerintahan teratas hingga ke bawah. Ya syukur-syukur kalau para kader PKK ini juga bisa turut aktif di isue ini,” Tegasnya.

Isu HIV/AIDS,Agus mengungkapkan, tidak hanya berkaitan dengan kesehatan saja. Namun hampir di setiap sudut pandang, HIV/AIDS ada di dalamnya.

“Beberapa isu yang berkaitan diantaranya pendidikan, ekonomi, kesetaraan gender, dan lain-lain. Kesehatan itu hanya muaranya saja,” ungkap ia.

Lebih lanjut, ia mengaku pernah melakukan survey terhadap Pekerja Seks Komersial yang ada di Pangandaran yang notabene rentan terhadap HIV/AIDS.

“Dari survey saya bisa menyimpulkan, ternyata banyak dari mereka yang terjun karena alasan ekonomi dan latar pendidikan yang minim,” tuturnya.

Di akhir percakapan Agus berterimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran karena telah turut mengambil peran di Isue HIV/AIDS dengan menerbitkan Peraturan Bupati no 40 tahun 2018 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

“Ya kami bersyukur karena respons pemda cukup baik, mudah mudahan dengan adanya perbup, kasus yang belum ditemukan bisa cepat tuntas supaya bisa melakukan penurunan angka,” pungkasnya.