Topik: Ekonomi

Berang Elpiji 3 Kg Mahal dan Langka, Bupati Minta Izin Bikin SPBE

  • Selasa, 22 Agustus 2017 - 20:01
  • Admin
  • dibaca 200 kali
  • Comment

Petugas memeriksa elpiji 3 kg yang baru tiba di Pangandaran dari Tasikmalaya. Andi Nurroni/SPC

Parigi, SPC – Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana mengajukan perizinan pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Kab. Pangandaran kepada Pertamina. Langkah ini ditempuh sebagai upaya solusi jangka panjang untuk masalah kelangkaan elpiji yang sering terjadi di wilayah ini.

“Kita sudah melakukan pertemuan dengan Pertamina, saya minta Pertamina mengijinkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran memiliki SPBE,” ujar Bupati Pangandaran kepada media, Selasa (22/8).

Bupati beralasan, agen-agen gas elpiji di Kab. Pangandaran mayoritas bukan warga Kab. Pangandaran. Kebanyakan, kata Jeje, berasal dari Tasikmalaya, sehingga ada rentang kendali yang cukup jauh setiap ada persoalan menyangkut ketersediaan elpiji.

“SPBE kan mengendalikan agen, sekarang agennya di mana, jadi susah. Saya ingin agennya orang sini sehingga mudah dalam memberikan pembinaan,” tuturnya.

Menurutnya, apabila hingga awal bulan September 2017 ini permasalahan gas elpiji di Kabupaten Pangandaran masih juga terjadi. Maka, kata dia, Pemerintah Kab. Pangandaran akan mengambil langkah, salah satunya dengan membentuk  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di 93 desa untuk menjadi pangkalan elpiji.

“Kita lihat sampai awal September, kalau masih seperti ini kita akan mengambil langkah sendiri,” ujarnya.

Lanjut Jeje, beberapa bulan lalu, sebelum libur lebaran, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menggelar operasi pasar di desa yang tidak memiliki pangkalan. Kata dia, langkah tersebut berhasil mengendalikan keberadaan gas.

Terkait mahalnya harga gas elpiji di Kab. Pangandaran, dirinya mengatakan, hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Sebab, kata dia, Pemerintah Kabupaten Pangandaran sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 17400.

“Artinya, harga gas elpiji di masyarakat tidak boleh melebihi Rp 17400. HET itu kita tentukan sudah dengan hitung-hitungan operasional para agen. Jadi agen jangan menjual lebih dari itu,” ungkapnya.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menggelar kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui pertunjukkan musik  Punk di… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top