Topik: Wisata

Dishub Pangandaran Sebut ‘Gerbang Cikembulan’ Dibajak Preman

  • Saturday, 2 July 2016 - 21:32
  • Andi Nurroni
  • dibaca 3139 kali
  • Comment
Pintu masuk kawasan wisata Pantai Pangandaran. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Pintu masuk kawasan wisata Pantai Pangandaran. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Praktik premanisme dalam pengelolaan wisata di Pangandaran selalu menguat saat musim libur panjang, termasuk libur Lebaran. Hal tersebut diakui Kepala Bidang Perhubungan Dinas PU, Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Pangandaran Darma Widjaja.

Menurut Darma, pihak yang disebutnya sebagai para preman itu bahkan tak segan mengusir petugas resmi pemerintah. Darma menyebut, hal itu terjadi di gerbang Pantai Pangandaran yang berada di Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih.

“Preman-preman itu, saya sendiri ditendang di Cikembulan. Itu bukan bohong, itu tiap tahun. Saya sudah ngerasain ditendang-tendang begitu, Satpol PP juga pernah. Itu kan ranahnya sudah kriminal. Makanya Kasat Reskrim bilang akan turun, kita dukung,” ujar Darma kepada wartawan dikantornya beberapa waktu lalu.

Di luar gerbang wisata resmi, menurut Darma, banyak juga oknum warga yang mencari keuntungan pribadi di “jalan-jalan tikus” menuju obyek wisata Pantai Pangandaran. Ia mencatat, ada 13 “jalan tikus” atau pintu tidak resmi yang tersebar, mulai dari Kecamatan Pangandaran hingga Kecamatan Sidamulih.

Menurut Darma, oknum-oknum anggota masyarakat ini juga tak jarang berbuat semena-mena terhadap petugas yang ingin menertibkan tata kelola pintu masuk menuju Pantai Pangandaran.

“Mereka melawan. Anak buah saya sudah dipukul segala macam, diludahi itu setiap hari,” kata Darma dengan nada tinggi.

Tak sampai di situ, Darma menceritakan, praktik premanisme juga terjadi dalam pengelolaan parkir. Darma menjelaskan, sebenarnya wisatawan yang masuk ke obyek wisata Pantai Pangandaran sudah dikenakan biaya parkir bersamaan dengan tiket masuk. Sehingga, menurut dia, penarikan biaya parkir di luar itu melanggar peraturan.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Pangandaran resmi terbentuk. Kepengurusan HAPMI terpilih setelah puluhan… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top