Topik: Ekonomi

Elpiji 3 Kg Kembali Langka dan Mahal, Ini Respons Pemkab Pangandaran

  • Rabu, 9 Agustus 2017 - 20:00
  • Admin
  • dibaca 307 kali
  • Comment

Petugas memeriksa elpiji 3 kg yang baru tiba di Pangandaran. Andi Nurroni/SPC

Pangandaran, SPC – Kelangkaan elpiji 3 kg kembali terjadi di sejumlah tempat di Kab. Pangandaran. Kelangkaan stok juga telah memicu kenaikan harga gas bersubsidi tersebut hingga di atas ketetapan harga eceran tertinggi yang dipatok pemerintah.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda II) Kab. Pangandaran Apip Winayadi menjelaskan, elpiji ukuran 3 kg diperuntukan bagi warga miskin dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta per bulan.

Namun setelah dievaluasi, menurutnya, ternyata masih banyak persoalan di lapangan. Ia mencontohkan, pihak Pertamina memasok gas tersebut setiap hari sesuai kuota kebutuhan, tetapi kenyataan di lapangan, barang sering kali langka dan tak jarang harga tidak sesuai dengan eceran tertinggi.

“Kita kan sudah membentuk satgas distribusi gas elpiji 3 kg, setelah kita evaluasi dan terbit Peraturan Bupati tentang harga ecera tertinggi. Kita juga sudah menggelar operasi pasar menjelang lebaran lalu tapi masih saja terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg,” ujar Apip kepada wartawan usai rapat internal Satgas Distribusi Gas Elpiji, di ruang rapat Sekda Kabupaten Pangandaran, Rabu (9/8/2017).

Oleh karena itu, Apip menyebut, pihaknya telah menginstruksikan para camat untuk membantu pengawasan di tingkat konsumen. Menurut Apip, 160 pangkalan elpiji yang terdaftar harus diawasi agar tidak berbuat kecurangan.

Selain itu, kata dia, para camat juga telah diminta memantau harga dan melaporkannya secara berkala, serta mengamankan distrsibusi hingga ke desa-desa di wilayah mereka.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi UMKM dan Perdagangan Kab. Pangandaran Tedi Garnida mengatakan, rapat internal satgas distribusi gas elpiji 3 kg digelar untuk lebih mengintensifkan lagi pengawasan dilapangan, karena setelah dilakukan survey masih banyak pangkalan-pangkalan yang menjual diatas harga eceran tertinggi.

“Saya minta kepada para camat, Kapolsek untuk lebih mengintensifkan lagi pengawasan dilapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, kelangkaan gas elpiji 3 kg terjadi akibat adanya pendistribusian gas elpiji 3 kg dari agen yang tidak sampai kepada pangkalan-pangkalan yang sudah ditentukan.”Kalau ada isu adanya penimbunan gas elpiji laporkan ke kita nanti akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg. Sebab, kata dia, pihakuya hanua sebatas mengawasi dan melaporkan saja kepada pertamina.

“Kebijakan tetap ada di Pertamin, kita juga bingung karena hanya sebatas mengawasi tidak bisa bertindak dengan memberikan sanksi,” tuturnya.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menggelar kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui pertunjukkan musik  Punk di… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top