Topik: PON

Foto: Ribuan Warga Tumpah di Pacuan Kuda

  • Kamis, 29 September 2016 - 10:59
  • Andi Nurroni
  • dibaca 1561 kali
  • Comment
Berdesakan. Warga Pangandaran berdesakan seusai acara,  meninggalkan arena pacuan kuda PON XIX di Legokjawa, Cimerak, Selasa (29/9). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Berdesakan. Warga Pangandaran berdesakan seusai acara, meninggalkan arena pacuan kuda PON XIX di Legokjawa, Cimerak, Selasa (29/9). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Macet di Jembatan. Pejalan kaki dan sepeda motor yang hendak masuk dan keluar arena pacuan kuda PON XIX bertumbukan di jembatan. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Macet di Jembatan. Pejalan kaki dan sepeda motor yang hendak masuk dan keluar arena pacuan kuda PON XIX bertumbukan di jembatan. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Menyeberang Sungai. Karena jembatan sesak dan macet, sebagian warga memilih melintasi sungai. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Menyeberang Sungai. Karena jembatan sesak dan macet, sebagian warga memilih melintasi sungai. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Arena dari Jauh. Dari jembatan yang mecet, terlihat sebagian warga lainnya tela bersiap menyaksikan pertandingan. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Arena dari Jauh. Dari jembatan yang mecet, terlihat sebagian warga lainnya tela bersiap menyaksikan pertandingan. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Bupati Terjebak Macet. Macetnya jalan menuju arena pacuan kuda PON XIX membuat rombongan Bupati Pangandaran tertahan. Bupati pun akhirnya di antara dengan sepeda motor menebus kerumunan. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Bupati Terjebak Macet. Macetnya jalan menuju arena pacuan kuda PON XIX membuat rombongan Bupati Pangandaran tertahan. Bupati pun akhirnya di antara dengan sepeda motor menebus kerumunan. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Dari Bukit. Dari bukit, bisa disksikan seluruh sisi arena dipadati warga yang antusias menyaksikan pacuan kuda PON XIX. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Dari Bukit. Dari bukit, bisa disksikan seluruh sisi arena dipadati warga yang antusias menyaksikan pacuan kuda PON XIX. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Tribun. Suasana di sekitar tribun utama yang tampak sangat padat. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Tribun. Suasana di sekitar tribun utama yang tampak sangat padat. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top