Gaet Wisatawan, Museum Nyamuk Akan Direvitalisasi

  • Jumat, 8 September 2017 - 22:00
  • Admin
  • dibaca 213 kali
  • Comment

Pegawai Lokalitbang P2B2 berfoto bersama para pelaku wisata usai kegiatan sosialisasi. IR/SPC.

Pangandaran, SPC – Museum Nyamuk yang berada di kompleks Lokalitbang Penelitian dan Pengembangan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ciamis, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran akan direvitalisasi. Hal ini dilakukan untuk menggaet kunjungan wisatawan ke wahana wisata edukasi tersebut.

“Kita ingin menarik wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran agar memiliki minat khusus untuk berkunjung ke Lokalitbang P2B2. Begitu juga sebaliknya, pengunjung yang mengunjungi Lokalitbang untuk penelitian kita tawarkan untuk wisata lainya di Pangandaran,” ungkap Kepala Lokalitbang P2B2 Lukman Hakim kepada media usai memberikan sosialisasi wisata ilmiah di Gedung Teater Nyamuk, kompleks Lolalitbang P2B2, Jumat (8/9).

Lebih dari sekedar jasa pariwisata, kata dia, kunjungan wisatawan ke tempat mereka juga menjadi kesempatan untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lokalitbang P2B2 dan Kementriab kesehatan.

Menurutnya, sebenarnya keinginan Lokalitbang P2B2 untuk menggaet para pelaku wisata sudah ada sejak lama, bahkan sejak Lokalitbang P2B2 berdiri pada tahun 1998 silam. Namun, kata dia, Lokalitbang P2B2 belum memiliki kesiapan dari segi fasilitas.

“Orang yang datang kesini kan bukan cuma melihat kantor. Nah kita siapkan fasilitas sehingga layak dijadikan destinasi wisata, walaupun sekarang juga belum bisa dibilang layak untuk itu. Kedepan kita perluas museum nyamuk di lantai atas di bagian depan agar mudah terlihat,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, Lokalitbang P2B2 menawarkan wisata ilmiah, di mana wisatawan atau pengunjung akan disuguhi pengetahuan ilmiah penularan penyakit yang disebarkan nyamuk, seperti malaria, demam berdarah dan kaki gajah. Selain itu juga, wisatawan akan disuguhi  proses perkembangan nyamuk dan proses bagaimana pencegahan agar tidak terjadi penularan penyakit

“Kita akan kemas ini agar menarik, sehingga orang yang berwisata kesini secara tidak langsung mendapatkan pengetahuan,” ujarnya.

Dikatakanya, saat ini Lokalitbang P2B2 Ciamis sedang dalam proses pengalihan nama menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Pangandaran. Prosesnya, kata dia, sudah berada di Kementrian Keuangan dan Kemenkumham, karena menyangkut nama dan anggaran.

“Nanti tidak P2B2 lagi, penelitian kita juga bukan hanya nyamuk saja tapi seluruh permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi dihadiri para pelaku wisata, di antaranya Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kab. Pangandaran, Asosiasi Tour Agent Pangandaran (ATAP) Kab. Pangandaran, Kompepar Kabupaten Pangandaran, serta pihak-pihak terkait.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Organisasi internasional AIDS Healthcare Foundation (AHF) turut memeriahkan ajang “2nd Pangandaran Triathlon” yang digelar di kawasan… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Puluhan atlet peserta ajang “2nd Pangandaran Triathlon” dari berbagai daerah telah hadir di Pangandaran untuk mempersiapkan… baca selengkapnya

Top