Topik: Pendidikan

GP Ansor Pangandaran Tolak Full Day School

  • Sabtu, 12 Agustus 2017 - 19:25
  • Admin
  • dibaca 326 kali
  • Comment

Ilustrasi: Suasana UN di SMKN 1 Pangandaran. Andi Nurroni/SPC

Parigi, SPC – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Pangandaran menyampaikan penolakan atas rencana program sekolah sehari penuh atau full day school yang di gagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy.

Sekretaris Umum PC GP Ansor Muhlis Nawawi Aziz mengatakan, rencana pemerintah melalui Permendikbud No. 23 tahun 2017 dalam meningkatkan pendidikan karakter dengan menyelenggarakan full day school dirasa tidak akan memberikan efek positif bagi dunia pendidikan di negeri ini terutama madrasah diniyah.

“Efek positifnya apa dengan full day school,” ungkapnya kepada SPC saat ditemui di Graha Sahabat, Jumat (11/8).

Menurutnya, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan seharusnya bercermin dari negara-begara lain yang sudah maju pesat. Kata dia, mereka menerapkan sekolah hanya beberapa jam saja.

Dirinya mempertanyakan, apa yang sebenarnya akan didapat anak-anak dari program full day school ini? Karena pada dasarnya, menurut dia, hak bermain dan hak mendapatkan ilmu agama mereka direnggut hanya untuk belajar satu hari penuh di sekolah.

“Di sinilah persoalan yang akan timbul, jam bermain mereka akan pindah di malam hari, kedua, tidak ada waktu untuk belajar agama di madrasah diniyah atau TPA,” tuturnya.

Menurutnya, sejarah sudah membuktikan lembaga yang mampu menciptakan pendidikan karakter yang sesungguhnya bukanlah sekolah umum, tetapi pondok pesantren yang merupakan lembaga pendidikan tertua dan mampu menjawab tantangan dan perubahan jaman dari masa ke masa.

Jadi, lanjut Nawawi, jika niatan pemerintah memang untuk meningkatkan pendidikan karakter anak bangsa maka hidupkanlah pondok pesantren dan madrasah diniyah bukan malah merencanakan program full day school.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pangandaran Encep Najmudin menambahkan, dengan menolak full day school berarti menghidupkan madrasah-madrasah diniyah. Tetapi, dengan menyepakati full day school berarti secara tidak langsung mematikan madrasah-madrasah diniyah.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menggelar kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui pertunjukkan musik  Punk di… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top