Topik: HIV/AIDS

Hari AIDS Sedunia, Pemkab Pangandaran Ajak Warga Tes HIV

  • Jumat, 1 Desember 2017 - 11:14
  • Syamsul Arifin
  • dibaca 70 kali
  • Comment

Suasana Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kabupaten Pangandaran, Rabu (29/11). Foto: Yayasan Matahati.

Parigi, SPC – Memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengajak warga menjalani tes HIV/AIDS. Selain mengajak warga memeriksakan diri, Pemkab Pangandaran juga meminta warga yang sudah terinfeksi untuk terbuka.

Imbauan ini disampaikan Pemkab Pangandaran untuk mengerem laju persebaran HIV/AIDS di Pangandaran. Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yadi Kusmayadi menginformasikan, saat ini Pemkab Pangandaran memiliki empat Puskesmas yang telah ditunjuk Pemerintah Daerah sebagai tempat layanan tes HIV/AIDS.

“Lebih cepat masyarakat melakukan tes HIV/AIDS, lebih cepat ditemukan kasusnya, lebih cepat pula penanganannya dan lebih mudah menekan risiko kematiannya,” ujar Yadi saat peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat kabupaten di Alun-Alun Parigi, Rabu (29/11).

Mengutip data Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi merinci, sebanyak 3352 Orang telah melakukan tes HIV/AIDS selama setahun terakhir. Pemeriksaan bagi warga tersebut, menurut Yadi, merupakan hasil kerjasama dengan lembaga AIDS Healthcare Foundation (AHF) dan Yayasan Matahati.

“Yang positif terinfeksi jumlahnya 51 orang dan yang positif tapi melakukan tes di luar Kabupaten Pangandaran Sebanyak 6 orang,” ujar Yadi.

Yadi lanjut merinci, dalam setahun terakhir, warga yang meninggal akibat HIV/tercatat sebanyak empat orang. Hal tersebut, kata dia, terutama dikarenakan yang bersangkutan tidak melakukan terapi Anti Retroviral (ARV) dan sebagian lainnya tidak mempertahankan pengobatan mereka.

Menanggapi kondisi ini, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menambahkan, stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) harus diperangi. ODHA, menurut Jeje, harus membuka diri dan mau melakukan pengobatan ARV secara tepat waktu.

“Kita ada puskesmas rujukan ARV yaitu di Puskesmas Parigi, ini satu satunya Puskesmas yang menjadi rujukan ARV di Indonesia karena kita belum punya Rumah Sakit,” ujar Jeje.

Di tempat yang berbeda, Koordinator Program AHF Kabupaten Pangandaran Agus Abdullah meyakinkan agar ODHA di Kabupaten Pangandaran membuka diri.

“ODHA di Pangandaran jangan takut untuk terbuka, terlebih sekarang ada kelompok dukungan sebaya untuk sesama ODHA di Pangandaran,” kata Agus.

Melalui kelompok tersebut, kata dia, ODHA akan diberi dukungan moral secara penuh untuk menghadapi menghadapi HIV/AIDS, sekaligus tempat berbagi kekuatan dan harapan oleh orang seusianya.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Organisasi internasional AIDS Healthcare Foundation (AHF) turut memeriahkan ajang “2nd Pangandaran Triathlon” yang digelar di kawasan… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Puluhan atlet peserta ajang “2nd Pangandaran Triathlon” dari berbagai daerah telah hadir di Pangandaran untuk mempersiapkan… baca selengkapnya

Top