Topik: Sosok

Jago ‘Nembang’ Sunda, Veronica Bikin Kesengsem Bupati hingga Istri Gubernur

  • Sabtu, 16 April 2016 - 21:25
  • Andi Nurroni
  • dibaca 2738 kali
  • Comment
Veronica. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Veronica. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Satu lagi bibit bintang Kabupaten Pangandaran ditemukan. Namanya Veronica, siswi kelas VII SMPN 2 Parigi. Bakat dan kemahiran gadis manis ini terbilang istimewa dan langka.

Gadis yang biasa disapa Veron ini piawai membawakan tembang Sunda dengan suara yang merdu dan sanggup membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarnya merinding. Bakat Veronica ini yang agaknya membuat Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata kesengsem.

Sudah dua kali Jeje memboyong Veronica dan rekan-rekannya dari sanggar kesenian Krisdupa SMPN 2 Parigi tampil dalam acara penyambutan tokoh yang datang ke Pangandaran. Kali pertama adalah ketika datang istri Gubernur Jawa Barat Neety Heryawan dalam agenda PKK dan Dekranasda beberap waktu lalu.

Kesempatan kedua, Jeje menghadirkan Veronica untuk menyambut TB Hasanuddin, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat sekaligus kandidat calon gubernur Jawa Barat, Sabtu (16/3). Pada dua kesempatan itu, penampilan Veronica berhasil menarik perahatian hadirin.

Pada dua penampilannya, Veronica membawakan kawih atau tembang tradisional Sunda yang sama, berjudul “Gupay Pangandaran”. Riuh tepuk tangan pun selalu menggema begitu ia membuka tembang dengan suaranya yang melengking dan meliuk-liuk merdu.

Netty Heryawan tampaknya merasa gemas dengan bocah ini dan menyempatkan menjumpainya serta mengajak berfoto sebelum pamitan.

Pada acara PDI Perjuangan, rasa “greget” hadirin pada bocah bersuara merdu ini juga telah mengundang para bapak dan ibu-ibu untuk datang ke depan memberikan “saweran”. Entah berapa puluh orang tamu undangan yang merogoh koceknya.

Hal pasti, tangan mungil Veronica hampir kewalahan menggenggam uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. TB Hasanuddin pun dengan setengah bergurau tampil menghampiri Veronica dan membawakannya sebuah kenong, lalu membantunya mewadahi kertas-kertas uang itu.

Veronica menerima 'saweran kadeudeuh' dari hadirin. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Veronica menerima ‘saweran kadeudeuh’ dari hadirin. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Dijumpai seusai pertunjukan, remaja belia cantik ini tampak malu-malu ditemui sejumlah wartawan. Veronica yang bertubuh bongsor ini mengaku senang banyak mendapatkan pujian. Ia pun hanya sekenanya saja meladeni pertanyaan dan gurauan wartawan.

Veronica mengaku belajar ngawih atau menyanyi lagu Sunda sejak kelas tiga SD, di bawah bimbingan guru karawitan di SD-nya. Jiwa seni sendiri, menurut dia, ditularkan sang ibu yang merupakan seorang penyanyi dangut.

Menurut Jemy, guru musik yang mendampingi Veronica, bakat anak didiknya itu memang sudah terasah dan tdibuktikan dengan menjuarai sejumlah ajang perlombaan.

Terakhir, kata Jemy, Veronica menjadi Juara I ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD Kabupaten Pangandaran. Ia pun mewakili Kabupaten Pangandaran berlomba di tingkat provinsi dan meraih juara ke-5.

“Veron orangnya penurut, kalau saya minta ini-itu, lagu ini-itu, cepat nangkap. Bakatnya sudah terasah, tinggal perlu jam terbang aja. Masih malu-malu,” ujar Jemy.

Ai, Instukrut Seni Budaya Sanggar Krisdupa SMPN 2 Parigi menambahkan, dukungan untuk Veronica dari semua pihak sangat berarti untuk pengembangan karirnya ke depan. Pasalnya, menurut Ai, ia berasal dari keluarga tidak mampu.

Menurut Ai, ibunya telah meninggal, sementara ayahnya tinggal di Jakarta. Di Kampung Pepedan, Desa Selasari, Parigi, kata Ai, Veronica tinggal bersama neneknya.

Ai berterimakasih, perhatian sudah diberikan, mulai dari Bupati hingga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat TB Hasanuddin. “Kata Pak TB, kalu sudah lulus disuru ke Bandung, sekolah di SMKI (sekolah kejuruan karawitan), terus sampai STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia),” ujar Ai.

Selain nembang Sunda, remaja putri yang mengaku hanya bernama “Veronica” ini juga mengaku menyukai musik dangdut. Ketika sudah dewasa, dia pun tertarik mengikuti kontes Dangdut Accademy seperti idolanya, pedangdut Lesti.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menggelar kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui pertunjukkan musik  Punk di… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top