Topik: Hukum

Jelang Ramadhan, Polisi dan Satpol PP Sisir Tempat Hiburan Malam

  • Thursday, 2 June 2016 - 21:52
  • Andi Nurroni
  • dibaca 907 kali
  • Comment
Petugas Satpol PP Pangandaran melakukan sosialisasi ke tempat-tempat hiburan malam, Kamis (6/2). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Petugas Satpol PP Pangandaran melakukan sosialisasi ke tempat-tempat hiburan malam, Kamis (6/2). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Sepekan menjelang bulan Ramadhan, aparat kepolisian dan Satpol PP di Kabupaten Pangandaran melakukan penyisiran tempat-tempat hiburan malam.

Pihak kepolisian melakukan razia minuman keras, sementara Sapol PP melakuakan sosialisasi larangan beroperasinya tempat hiburan malam selama Ramadhan.

Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi menyampaikan, razia “pekat” atau penyakit masyarakat menjelang Ramadhan dilakukan sejak Rabu (1/6). Rabu lalu, kata dia, tim Polsek Pangandaran berhasil menyita sejumlah minuman keras yang peredarannya tidak sesuai prosedur.

Sejumlah minuman keras yang disita, di antaranya adalah 43 botol miras jenis Killin berkadar alkohol 19,7 persen, 4 botol arak hitam dengan kadar alkohol  19,7 persen dan 4 botol anggur merah dengan kadar alkohol 14,7 persen

“Selama kegiatan berlangsung, dari awal sampai selesai berjalan aman, tertib dan kondusif,” ujar Suyadi melalui pernyataan tertulis.

Sementara pada Kamis (6/2), sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Pangandaran melakukan sosialisasi Surat Edara Bupati menjelang Ramadhan. Surat Edaran tersebut, di antaranya melarang tempat hiburan beroperasi total selama Ramadhan dan mengimbau rumah makan buka mulai sore hari.

Sosialisasi dilakukan mulai dari Pantai Batuhiu, Pantai Pamugaran hingga Pasar Wisata. Di tiga titik tersebut, Satpol PP menemui para pengelola tempat-tempat hiburan malam dan meminta komitmen pengelola untuk mematuhi Surat Edaran Bupati.

“Sekarang kami lakukan sosialisasi untuk memastikan mereka mendapat edaran. Nanti Ramadhan kita razia mendadak, yang melanggar kita tindak tegas,” ujar Suparyo, Kasi Pengendalian Operasional kepada wartawan di Pantai Pamugaran.

Suparyo melaporan, di Pangandaran, saat ini terdapat kurang lebih 70 tempat hiburan malam. Sebagian besar, kata dia, adalah warung kopi yang menyajikan hiburan musik dan karoke.

Suparyo menyampaikan, di luar bulan Ramadhan, pihaknya juga rutin melakukan operasi untuk memastikan tidak ada pekerja perempuan di bawah umur dan tidak ada kamar-kamar prostirusi di tempat hiburan malam.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Pangandaran resmi terbentuk. Kepengurusan HAPMI terpilih setelah puluhan… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top