Topik: Lingkungan

Kapal Viking Diduga Cemari Laut, BPLH Akan Uji Lab Sampel Air

  • Saturday, 18 June 2016 - 17:29
  • Andi Nurroni
  • dibaca 1153 kali
  • Comment
Kondisi perairan Pasir Putih, Cagar Alam Pangandaran yang diduga tercemar. Foto Facebook Ilman Subekthy.

Kondisi perairan Pasir Putih, Cagar Alam Pangandaran yang diduga tercemar. Foto Facebook Ilman Subekthy.

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Kawasan perairan Pasir Putih, Cagar Alam Pangandaran mendadak keruh dan menghitam sejak Sabtu (18/6). Sumber pencemaran diduga berasal dari bangkai MV Viking, kapal raksasa yang dikandaskan pemerintah di area tersebut Maret lalu

Kondisi ini mengundang reaksi negatif warga, terutama komunitas masyarakat yang menjual aneka jasa wisata di kawasan ini.

Dimintai tanggapan, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Pangandaran Surya Dharma mengaku sudah mendpatkan laporan soal gejala pencemaran tersebut.

Menurut Surya, pihaknya akan mengambil sampel air kawasan tersebut untuk selanjutnya diuji di laboratorium.

“Kita akan pastikan seberapa parah kadar pencemarannya,” ujar Surya melalui sambungan telepon, Sabtu (18/6).

Selain itu, Surya juga menyamapikan, pihaknya akan melapor kepada Bupati Pangandaran dan meminta arahan terkait masalah ini.

Surya juga menyampaikan, BPLH Pangandaran akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku pihak yang paling berwenang atas keberadaan kapal MV Viking di Pangandaran.

“Kita akan coba mengkoordinasikan upaya-upaya apa saja yang bisa dilakukan, kita akan turut terlibat. Yang pasti, sepertinya kita harus mengeluarkan unsur-unusr yang berpotensi mencemari lingkungan dari kapal tersebut,” kata Surya.

Surya berpendapat, melihat fenomena yang ada, pencemaran kemungkinan besar menganggu biota laut, mulai dari ikan sampai terumbu karang.

Dihubungi melalui telepon, Komandan Pos AL Pangandaran Peltu Laut (P) Dayat Sudrajat menyampaikan, pihaknya sudah melaporkan perkembangan kondisi MV Viking kepada pihak Satgas 115 dan KKP, otoritas yang berwenang atas kapal tersebut.

Melihat kondisi pencemaran yang terjadi, sementara ini Dayat menduga, perairan sekitar kapal menghitam bukan karena bahan bakar solar, melainkan dari saluran got kapal.

“Kalau solar kemungkinan enggak hitam. Kemarin kan dikocok sama gelombang, kemungkinan  itu dari saluran got kapal,” ujar Dayat.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Pangandaran resmi terbentuk. Kepengurusan HAPMI terpilih setelah puluhan… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top