Topik: Wisata

Kisruh Libur Lebaran, Bupati Semprot Desa Hingga Perhutani (Pidato Lengkap)

  • Thursday, 14 July 2016 - 20:49
  • Andi Nurroni
  • dibaca 1212 kali
  • Comment
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berbicara dalam  acara halal bi halal Pemkab Pangandaran, Kamis (14/7). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berbicara dalam acara halal bi halal Pemkab Pangandaran, Kamis (14/7). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Parigi, SwaraPangandaran.Com – Agenda “halal bi halal” yang digelar Pemkab Pangandaran di kantor Sekretariat Daerah, Kamis (14/7), menjadi tempat Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berkeluh kesah. Di hadapan ratusan hadirin, Jeje mengeluhkan berbagai masalah penanganan libur Lebaran.

Berikut adalah pidato Bupati di hadapan hadirin:

“Kita harus berani menunjuk diri sendiri, pantainya kotor sekali, kamar mandi, MCK ada di pantai. Sampah berserakan di mana-mana. Orientasi kita dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata menjadi bubar, karena masing-masing berkiprah masing-masing dengan niatannya sendiri-sendiri.”

“Desa mengeluarkan karcis parkir yang begitu mahal, premanisme dan lain sebagainya. Saya kira ini harus menjadi pelajaran yagn sangat luar biasa. Saya ingin ke depan tidak boleh lagi ada yang memungut parkir, desa atau siapapun. Semuanya terkendali di Pemda Pangandaran, semua mengikuti.”

“Saya tidak mencoret usulan dana pengamanan mencapai Rp 700 juta. Kalau sekarang kita dapat Rp 1 miliar, kita untung 300 miliar? Sebenarnya kita rugi. Tapi lembaga pemerintah bukan lembaga untung-rugi, tapi bagaimana menyajikan suasana yang sejuk bagi semua pihak.”

“Besok saya mohon kepala dinas terkait koordinasikan ini dengan baik . Tidak boleh ada lagi premanisme parikir dengan memaksa dan sebagainya. Itu kampanye yang tidak baik. Itu PR kita seluruhnya.”

“Sudah jauh, sudah kotor, mahal lagi baksonya. Yang biasanya Rp 15 ribu jadi Rp 25 ribu. Aqua yang Rp 5 ribu jadi Rp 15 ribu. Ya tentu sudah akan ditinggalkan oleh pengunjug. Hayu, tahun depan tidak boleh terjadi.”

“Yang bertugas, tolong lihat siatuasi. Kecelakaan itu bukan hal biasa. Jangan dianggap biasa. Daerah-daerah yang tidak boleh berenang dikotrol. Petugas kita banyak. Jam-jam yang bahaya yang orang luar tidak tahu, dilihat seluruhnya.”

“Jangan dianggap biasa nyawa orang melayang. Tentu ada ketelodaran kita dan kita bertanggung jawab atas hal ini. Ini saya mohon dikaji dengan menyeluruh dan sesungguh-sunggunya.”

“Citumang, lima bulan saya memimpin, sudah dua kali accident. Kemarin dua orang meningal, sekarang  satu. Saya perintahkan Pak Sekda, tutup sementara Citumang untuk tidak dibuka, sampai dengan ada evaluasi dan jalan keluar untuk mebatasi itu dan tidak ada accident di kemudian hari. Kalau mau demo, sini demo ke Bupati, saya siap hadapi!”

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Pangandaran resmi terbentuk. Kepengurusan HAPMI terpilih setelah puluhan… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top