Topik: Perikanan

KKP Lepas 400 Ribu Benih Bandeng di Sungai Cijulang

  • Thursday, 16 June 2016 - 21:54
  • Andi Nurroni
  • dibaca 1283 kali
  • Comment
Kepala BLUPPB Karawang Warih Hardanu (kanan) dan  Kepala Seksi Sumber Daya Laut dan Masyarkat Pesisir KPK Kabupaten Pangandaran Ade Supriatno  secara simbolik melepaskan benih-benih bandeng ke Sungai Cijulang, Kamis (16/6). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Kepala BLUPPB Karawang Warih Hardanu (kanan) dan Kepala Seksi Sumber Daya Laut dan Masyarkat Pesisir KPK Kabupaten Pangandaran Ade Supriatno secara simbolik melepaskan benih-benih bandeng ke Sungai Cijulang, Kamis (16/6). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Cijulang, SwaraPangandaran.Com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan 400 ribu benih ikan bandeng di kawasan muara Sungai Cijulang di Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kamis (16/6).

Program restocking atau pembenihan kembali bandeng di kawasan ini secara teknis terselenggara melalui kerjasama Balai Pelayanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya Karawang (BLUPPB Karawang) dan Dinas Kelautan, Pertanian dan Kehutanan (KPK) Kabupaten Pangandaran.

Dijumpai di lokasi, Kepala BLUPPB Karawang Warih Hardanu menyampaikan, program pelepasliaran benih bandeng di Pangandaran merupakan bagian dari program bantuan 100 juta benih dan 1 juta induk ikan unggul di seluruh Indonesia, yang dicanangkan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

“Kami berharap benih ini menjadi induk unggul, katakanlah 10 persen saja. Nanti bisa berkembang secara alamiah dan dimanfaatkan nelayan,” ujar Warih kepada wartawan.

Warih menjelaskan, benih yang dilepas terkategori jenis bandeng air payau dengan kualitas unggul, dengan rata-rata ketahanan hidup (survival rate) hingga 80 persen. Benih-benih berusia satu bulan itu, menurut dia, berukuran 3-4 centimeter.

Warih menjelaskan, dalam 4 bulan, benih-benih bandeng yang di lepas bisa mencapai bobot 250 gram. Meski begitu, karena tujuannya menciptakan induk, Warih mewanti-wanti, nelayan dan warga harus bersabar hingga ikan-ikan tersebut menjadi induk.

Menurut Warih, diperlukan 3-4 tahun hingga benih-benih yang ditebar menjadi induk dan menganak-pinakan anak-anak mereka.

Lebih jauh Warih menyampaikan, dipilihnya muara Sungai Cijulang sebagai tempat pelepasliaran benih bandeng karena lokasi tersebut sangat cocok untuk habitat bandeng air payau. Selain itu, kata Warih, masyarakat sekitar juga sangat kooperatif menyambut program ini.

Kepala Seksi Sumber Daya Laut dan Masyarkat Pesisir KPK Kabupaten Pangandaran Ade Supriatno menyampaikan, kelompok nelayan dan warga setempat telah berkomitmen untuk turut menjaga benih-benih bandeng yang telah ditebar.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Pangandaran resmi terbentuk. Kepengurusan HAPMI terpilih setelah puluhan… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top