Topik: Wisata

Kunjungan ke Green Canyon Terlalu Padat, Peneliti Menyarankan…

  • Kamis, 7 Desember 2017 - 21:35
  • Syamsul Arifin
  • dibaca 129 kali
  • Comment

Suasana FGD yang digelar tim peneliti Kemenpar dan STP Bandung di salah satu hotel di Pangandaran, Kamis (7/12). Syamsul Arifin.

Pangandaran, SPC – Kunjungan wisatawan ke obyek wisata Cukang Taneuh atau Green Canyon di Kecamatan Cijulang terlampau padat pada musim liburan atau high season. Kondisi ini tidak ideal untuk pembangunan pariwisata di Kabupaten Pangandaran.

Demikian salah satu fakta hasil studi Kementerian Pariwisata dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung atas obyek wisata Green Canyon di Kabupaten Pangandaran. Kondisi ini menjadi salah satu pembahasan dalam agenda Kelompok Diskusi Terpumpun (FGD) yang diinisiasi tim peneliti di salah satu hotel di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Kamis (7/12).

FGD melibatkan berbagai pihak pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, hingga para pelaku usaha jasa wisata. Penelitian dilakukan untuk mendorong pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran.

Salah seorang tim peneliti, Odang Permana menyampaikan, untuk mengurai kepadatan pada musim liburan di Green Canyon, diperlukan inisiatif para pemangku kepentingan untuk menawarkan alternatif obyek wisata lain di sekitar Green Canyon. Selain itu, menurut Odang, alternatif lain adalah menciptakan aktivitas-aktivitas baru di Green Canyon, sehinga kepadatan bisa diurai.

“Green Canyon harus berkolaborasi dengan ODTW (Obyek Daya Tarik Wisata) lain supaya tidak timbul kepadatan wisatawan dengan cara membuat atraksi yang menarik misalkan dibawa ke kampung badud atau setra pembuatan souvenir,” ujar Odang.

Selain Green Canyon, tim peneliti juga melakukan riset atas obyek wisata Pantai Pangandaran. Menurut tim peneliti, salah satu kelemahan obyek wisata Pantai Pangandaran adalah tumpang-tindi  zonasi dan masih lemahnya kesadaran warga soal tata kelola pariwisata.

Odang menyayangkan, zona berbelanja yang sudah ada, yakni Pasar Wisata dibiarkan terbengkalai. Namun begitu, Odang berharap relokasi pedagang pantai pada 2018 ke sentra-sentra PKL akan menjawab problem ini.

“Kedua, kawasan Pantai Timur juga masih sangat kurang tempat wisata, seperti memanfaatkan kultur nelayan misalnya, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri melalui culture tourism,” kata Odang.

Peneliti lain, Vyana Lohjiwa menjelaskan, penelitian di Pantai Pangandaran dan Green Canyon berlangsung selama tiga bulan. Dari hasil studi, menurut Vyana, akan dihasilkan rekomendasi bagi pemangku kepentingan di tingkat lokal.

“Kita sebagai peneliti menyiapkan teori dan materinya, nanti yang menyiapkan action-nya adalah stakeholder terkait supaya timbul sinergi, ” kata dia.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Organisasi internasional AIDS Healthcare Foundation (AHF) turut memeriahkan ajang “2nd Pangandaran Triathlon” yang digelar di kawasan… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Puluhan atlet peserta ajang “2nd Pangandaran Triathlon” dari berbagai daerah telah hadir di Pangandaran untuk mempersiapkan… baca selengkapnya

Top