Longsor Nyaris Bendung Sungai di Sidamulih Pangandaran

  • Jumat, 13 Oktober 2017 - 20:43
  • Admin
  • dibaca 641 kali
  • Comment

    Sejumlah petugas memantau titik longsor di Dusun Citamelang, Desa Kersaratu, Sidamulih. NS/SPC.

Sidamulih, SPC – Longsor kembali terjadi di wilayah Sidamulih. Kali kini, perbukitan seluas 12 hektar di areal tanah warga dan lahan Perhutani blok Pabeletan, Dusun Citamelang, Desa Kersaratu, Sidamulih amblas dan menutup sungai Cibayawak, Kamis (12/10). Longsor tersebut berpotensi mengakibatkan banjir bandang.

Ditemui di lokasi longsor, Kepala Desa Selasari Tasri mengatakan, aliran sungai yang terbendung material longsor terus meluas merendam areal pesawahan. “Saya memantau terus karena akan berdampak luas termasuk ke wilayah desa saya, sekarang sungai sudah meluap di areal longsor lebih dari lima meter,” ungkapnya kepada SPC, Jumat (13/10).

Dikatakannya, wilayah yang tertimbun longsor merupakan kawasan hulu sejumlah sungai yang menjadi obyek wisata, seperti Santirah, Jojogan dan Citumang. “Saya khawatir kalau hujan deras lagi, timbunan material longsor ini bisa jebol dan mengakibatkan banjir bandang. Akan banyak perkampungan yang terkena imbas khususnya di wilayah Desa Bojong,” ungkapnya.

Dikatakannya, kedalaman air sungai di wilayah material longsor mencapai ketinggian lebih dari lima meter dengan bentangan tanah longsor mencapai 200 meter.

Rali (63), salah seorang saksi mata mengatakan, dirinya mendengar suara gemuruh dan getaran tanah saat berada di kebun. “Waktu kejadian masih pagi sekitar jam 8.00, saya lagi menanam kapol tiba-tiba ada gemuruh, tanah seperti bergerak, saya langsung lari. Ternyata melihat ke ataa bukit, tanah diatas longsor,” ungkapnya.

Sebelumnya, kata dia, hujan deras mengguyur wilayah Sidamulih pada tengah malam hingga menjelang pagi.

Kepala Bidang Sosial Undang Gusnandar didampingi sejumlah anggota Tagana Kabupaten Pangandaran langsung melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Ia mengimbau warga untuk waspada karena sewaktu-waktu-waktu, bongkahan material longsor berpotensi jebol dan mengakibatkan banjir bandang.

“Kita sudah memantau di lokasi terdampak, arealnya cukup luas, perbukitan yang longsor jauh dari pemukiman warga tapi berpotensi banjir bandang ke wilayah hilir sungai,” ungkapnya.

Kejadian tersebut sudah dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk ditindaklanjuti. “Kita sudah laporkan dan dikoordinasikan dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya,” kata dia.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Organisasi internasional AIDS Healthcare Foundation (AHF) turut memeriahkan ajang “2nd Pangandaran Triathlon” yang digelar di kawasan… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Puluhan atlet peserta ajang “2nd Pangandaran Triathlon” dari berbagai daerah telah hadir di Pangandaran untuk mempersiapkan… baca selengkapnya

Top