Topik: Lingkungan

Menydihkan, Seekor Penyu Mati dengan Kepala Pecah di Pantai Batuhiu

  • Kamis, 5 Oktober 2017 - 20:36
  • Admin
  • dibaca 237 kali
  • Comment

Ketua Kelompok Penangkaran Biota Laut (KPBL) Pangandaran Didin Saefudin menunjukan bangakai penyu yang terdampar di Pantai Batuhiu, Kamis (5/10). NS/SPC

Pangandaran, SPC – Penyu hijau dewasa kembali ditemukan mati mengenaskan di Pantai Batuhiu, Pangandaran, Kamis (5/10). Diduga, biota laut dilindungi tersebut terjerat alat pancing jenis rawe senggol yang dioperasikan nelayan dari luar daerah.

Ketua Kelompok Penangkaran Biota Laut (KPBL) Pangandaran Didin Saefudin mengatakan, bangkai penyu kali pertama ditemukan warga sekitar sekitar pukul 06.00.

“Kami mendapatkan laporan dari warga, ternyata kondisinya mengenaskan dengan kepala sudah hancur, kemungkinan ditebas oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” ungkapnya kepada SPC.

Dikatakannya, penyu tersebut diperkirakan berusia 17 tahun dengan panjang sekitar 1 meter dan bobot sekitar 60 kilogram. “Kemungkinan penyu ini tersangkut rawe senggol (alat pancing jenis longline), karena sulit untuk lepas dan khawatir menggigit bisa saja dibunuh,” ujarnya.

Lanjut Didin, selama tahun 2017 ini sudah 15 penyu mati di wilayah Pantai Batuhiu, Parigi dan Pantai Legok Jawa, Cimerak. “Kondisinya mengenaskan dengan sejumlah luka. Bahkan,  beberapa ditemukan dalam kondisi kerapas pecah,” kata dia.

Didin berharap pihak-pihak terkait segera bertindak untuk menyelematkan habitat penyu di wilayah perairan Pangandaran. “Kasus kematian penyu ini sudah bertahun-tahun terjadi, di tahun 2015 ada 14 penyu, lalu di tahun 2016 ada 2 penyu,” ungkapnya.

Menurutnya, kecil kemungkinan penyu-penyu tersebut mati karena perubahan cuaca. “Sepanjang pantai Batu Hiu sampai Legok Jawa meripakan habitat penyu hijau, pennyu sisik dan penyu belimbing, bahkan beberapa jenis penyu yang sudah punah pernah ditemukan disini,” ungkapnya.

Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah VI Tasikmalaya Didin Saripudin mengatakan, kematian belasan penyu secara beruntun di Pangandaran merupakan kejadian luar biasa yang harus mendapatkan perhatian semua pihak.

“Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Daerah. Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menyampaikan bahwa penyu merupakan hewan dilindungi yang tidak boleh dibunuh dan dieksploitasi,” ungkapnya.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Organisasi internasional AIDS Healthcare Foundation (AHF) turut memeriahkan ajang “2nd Pangandaran Triathlon” yang digelar di kawasan… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Puluhan atlet peserta ajang “2nd Pangandaran Triathlon” dari berbagai daerah telah hadir di Pangandaran untuk mempersiapkan… baca selengkapnya

Top