Topik: Sejarah

Nelayan Pangandaran, Kisah Para Penjerat Hiu

  • Friday, 22 January 2016 - 21:04
  • Andi Nurroni
  • dibaca 2640 kali
  • Comment
Nelayan Pangandaran dengan ikan-ikan hiu hasil tangkapan mereka pada awal abad ke-20. Foto koleksi Museum Tropen Belanda.

Nelayan Pangandaran dengan ikan-ikan hiu hasil tangkapan mereka pada awal abad ke-20. Foto koleksi Museum Tropen Belanda.

SWARAPANGANDARAN.COM – Sebagai daerah otonom baru, penelusuran sejarah lokal saat ini menjadi pekerjaan rumah bagi Kabupaten Pangandaran. Hal ini tentu bukan perkara mudah, mengingat dibutuhkannya literatur atau bukti-bukti sejarah yang bisa “bercerita” bagaimana Pangandaran pada masa lalu.

Keberadaan foto-foto dokumentasi Pangadaran di negeri Belanda, sedikit banyak bisa membantu memberi gambaran bagaimana tanah selatan Jawa ini pada awal abad ke-20.

Koleksi foto-foto Pangandaran jaman dulu setidaknya saat ini tersimpan di Museum Tropen serta di Lembaga Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda atau KITLV.

Di dua tempat tersebut, banyak tersimpan foto-foto kawasan yang saat ini termasuk ke dalam daerah administrasi Kabupaten Pangandaran. Di antaranya adalah foto-foto Pantai Pangandaran, hutan Pananjung, Pantai Batu Hiu, Kalipucang, Parigi serta Cijulang.

Koleksi foto tentang Pangandaran ini sedikit banyak akan mengundang publik, khususnya warga Pangandaran tercenung. Beberapa foto di antaranya memperlihatkan bahwa nelayan Pangandaran dulu adalah para penangkap hiu.

Foto yang digunakan sebagai sampul di atas diberi judul “Door vissers gevangen haaien op het strand langs Java’s Zuidkust” yang berarti kurang lebih “Nelayan menangkap ikan hiu di Pantai Selatan Jawa”. Foto tersebut merupakan koleksi Museum Tropen.

Pada kolom keterangan, disebutkan bahwa gambar dimbil antara 1920-1936 dan bersumber dari Kotamadya Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan penelusuran SwaraPangandaran.Com, dalam koleksi Museum Tropen, foto-foto dengan objek pantai selatan Jawa Barat hanya berasal tiga daerah, yakni Pangandaran, Palabuharatu (Sukabumi) dan Pameungpeuk (Garut). Jadi, hampir bisa dipastikan, gambar yang tidak diketahui fotografernya itu berasal dari Pangandaran.

123
Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Pangandaran resmi terbentuk. Kepengurusan HAPMI terpilih setelah puluhan… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top