Ma Uneh Akan Promosikan Ronggeng Gunung Khas Pangandaran di Jakarta

0
244
Kelompok Seni Ronggeng pimpinan Ma Uneh berlatih menjelang tampil di Jakarta. Foto: Disparbud Pangandaran.

Jakarta, SPC – Ronggeng gunung, kesenian khas Kabupaten Pangandaran akan menjadi duta seni untuk mempromosikan kepariwisataan di anjungan Jabar TMII, Bilangan Ancol Jakarta, Minggu(8/04).

Kelompok seni yang akan membawa misi tersebut adalah Ma Uneh dan koleganya dari Dusun Citembong, Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

Kepala Bidang Kebudayaan Aceng Hasim MPd menjelaskan, kesenian ronggeng gunung dipilih sebagai duta seni untuk mempromosikan wisata Pangandaran karena kesenian rakyat tersebut memiliki sejumlah keunikan.

Menurutnya, lagu-lagu yang dipersembahkan dalam seni ronggeng gunung menggambarkan pesona alam Pangandaran.

“Lagu yang mencerminkan keindahan alam Pangandaran pada sajian ronggeng gunung yaitu lagu Kawungan. Liriknya (syair) menggambarkan jika “bumi” Pangandaran itu banyak ditumbuhi pohon kawung (pohon enow) yang keberadaannya bisa dimanfaatkan untuk bahan baku gula merah yang menyehatkan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, ada juga lagu Liliring yang menggambarkan bumi Pangandaran itu terdiri dari daerah pegunungan atau perbukitan dengan tradisi masyarakatnya bertani huma.

Aceng menambahkan, keunikan ronggeng gunung juga terletak pada alunan nada yang biasa disajikan oleh juru kawihnya. Menurutnya, kekhasan alunan nada tersebut terletak pada “cengkok lagu” yang berbeda dengan lagu sunda pada umumnya.

“Kualitas lagu ronggeng gunung itu setara dengan lagu-lagu seriosa. Faktanya tempo lalu ketika seniman ronggeng gunung diundang ke Eropa ia dikolaborakan dengan penyanyi seriosa dan pertunjukkannya pun dihelat di auditorium yang biasanya untuk perhelatan musik seriosa dan lagu klasik barat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran H Undang Sohbarudin menjelaskan, duta seni Pangandaran yang akan melakoni misi promosi wisata ke TMII Jakarta berjumlah 60 orang. Terdiri dari nayaga 15 orang, juru kawih 3 orang, penari 20 orang dan 22 orang penanggung jawab properti.

Dikatakannya, selain menghelat kesenian ronggeng gunung, tim promosi wisata juga akan menyuguhkan musik kolaborasi etnik.

“Mereka akan menampilkan lagu-lagu bertema Pangandaran seperti lagu Pangandaran Membangun, Pangandaran Idaman, Batukaras Nguniang Matak Waas dan lainnya,” kata dia.

Dijelaskannya, penampilan seni yang akan disajikan di TMII akan diawali dengan hidangan lagu bertema Pangandaran yang akan diiringi musik kolaborasi etnik. Selanjutnya, akan dipertunjukkan seni ronggeng gunung yang memungkinkan para pengunjung turut serta menari dengan Ma Uneh beserta rombongannya.(*)