Mahasiswa ISBI Bandung Bangkitkan Potensi Seni Desa Cikembulan

0
607
Kolaborasi mahasiswa ISBI Bandung menampilkan sejumlah kesenian tradisi di Desa Cikembulan, Sabtu (27/8). NS/SPC
Kolaborasi mahasiswa ISBI Bandung menampilkan sejumlah kesenian tradisi di Desa Cikembulan, Sabtu (27/8). NS/SPC

Sidamulih, SPC – Mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung berkolaborasi dengan masyarakat Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih mengadakan pagelaran seni di lapang Cikangkung, Sabtu(26/) malam. Kegiatan bertajuk “Ekpreaksi” itu menjadi tontonan menarik bagi warga dari berbagai kalangan.

Ketua Panitia Penyelenggara Rizal Al Faruk mengatakan, pertunjukan seni yang ditampilkan merupakan hasil latihan dan kreasi bersama masyarakat. “Kami kebetulan sedang KKN di Desa Cikembulan, dan pertunjukan ini menjadi bagian dari evaluasi kegiatan kami selama KKN,” ungkapnya kepada Radar.

Dikatakannya, pertujukan seni yang ditampilkan diantaranya drumband, degung, teater (kaluninan barudak), paduan suara (mars Desa Cikembulan), tari tradisional, paduan suara, puisi jenaka, musik etnik, pameran mural dan bajidoran.

Lanjutnya, warga Desa Cikembulan yang terlibat diantaranya siswa siswi SDN 1, 2 dan 4 Cikembulan, anggota PKK Desa Cikembulan, perangkat desa serta para remaja. “Banyak sekali yang terlibat, acara ini tidak akan terwujud tanpa keterlibatan perangkat desa dan masyarakat Desa Cikembulan,” ujarnya.

Ia berharap pertunjukan seni dapat mengembangkan potensi seni masyarakat Desa Cikembulan. “Kami juga ingin mengenalkan serta mengangkat seni tradisi Jawa Barat,” ujarnya.

Rizal menambah, kegiatan KKN di Desa Cikembulan sendiri dilaksanakan sejak 31 Juli hingga 8 September 2017. Ada 10 mahasiswa dari jurusan seni karawitan, seni teater, seni tari dan seni rupa.

“Semoga apa yang kami berikan kepada masyarakat Cikembulan terutama pengalaman di bidang seni, bisa bermanfaat untuk ke depannya. Mudah-mudahan masyarakat juga senantiasa mencintai seni tradisi,” ujarnya.

Kolaborasi mahasiswa ISBI Bandung menampilkan sejumlah kesenian tradisi di Desa Cikembulan, Sabtu (27/8). NS/SPC

Sementara itu, Dosen Pembimbing Mahasiswa ISBI Bandung Ari Winarno mengatakan, kegiatan KKN merupakan kewajiban perkuliahan yang mengharuskan mahasiswa terjun ke masyarakat untuk berbagi ilmu dan menimba ilmu.

“Di setiap daerah punya tradisi dan kebiasaan yang barangkali perlu tambahan atau suplemen dari mahasiswa yang sedang KKN agar bergairah kembali, kemudian mahasiswa juga belajar dari lingkungan sehingga memiliki pengalaman baru ketika berinteraksi dengan masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Cikembulan yang sudah bekerjasama dan berkolaborasi mengolah seni dengan mahasiswa ISBI yang sedang KKN.

Kepala Desa Cikembulan Ramsai Anjasmara mengapresiasi kegiatan pagelaran seni mahasiswa ISBI yang sangat positif.

“Bukan hanya jangka pendek tapi ini untuk jangka panjang, karena seni itu harus dibudayakan, dimumule kalau dalam bahasa kita (sunda). Tanpa sentuhan seni akan terasa hambar,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar anda!
Silahkan masukan nama anda di sini