Pemuda Pangandaran Wakili Indonesia di Forum ASEAN

0
339
Ai Nurhidayat (Kanan) saat menerima sertifikat di ajang ASEAN Community Forum Kamis (15/3). Syamsul Arifin/SPC

Singapura, SPC – Seorang anak muda asal Kabupaten Pangandaran mencatatkan prestasi membanggakan. Ai Nurhidayat (28), warga Dusun Cikubang, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, menjadi salah satu pembicara dalam ajang ASEAN Community Forum di Fort Canning, Singapura, 14-15 Maret.

Ai, yang merupakan pendiri Komunitas Belajar Sabalad dan Ketua Yayasan Darma Bakti Karya, mempresentasikan gagasan dan pengalamannya dalam mengembangan program Kelas Multikultural dan Kampung Nusantara di kompleks SMK Bakti Karya dan Dusun Cikubang.

“Penting bagi kita membangun relasi antar pemuda, terutama di ASEAN untuk saling mengenal, memahami dan berpartisipasi dalam mewujudkan perdamaian,” ujar Ai kepada SPC melalui telekonfrensi.

Ai menyampaikan, spirit Komunitas Sabalad yang berperan mendinamisasi pemuda untuk berelasi dan melakukan kolaborasi, menjadi bahasan utama dalam presentasinya.

“Salah satu bentuknya dengan menyelenggarakan Kelas Multikultural yang melibatkan siswa dari beragam latar belakang,” ungkapnya.

Menurut Ai, saat ini pihaknya tengah membuka kemungkinan program Multikultural bisa diikuti peserta dari kawasan ASEAN, sehingga menguatkan visi ASEAN Community, sebagaimana yang tertuang dalam cetak biru ASEAN Social Cultural Community 2025.

Sebagai negara terbesar di kawasan, menurut Ai, Indonesia bisa menjadi laboratorium budaya, karena memiliki keragaman yang tak dapat dibantahkan.

“Kelas Multikultural adalah gerakan publik untuk menerima, mengapresiasi, memberi tempat dan melindungi perbedaan. Dari definisinya, sudah mewakili semangat memelihara keragaman dan menciptakan perdamaian,” paparnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar anda!
Silahkan masukan nama anda di sini