Topik: Komunitas

‘Pangandaran Berbagi’, dari Anak-Anak Muda untuk Kemanusiaan

  • Jumat, 3 Juni 2016 - 21:28
  • Admin
  • dibaca 785 kali
  • Comment
Sejumlah relawan Pangandaran Berbagi. Dokumentsi pribadi.

Sejumlah relawan Pangandaran Berbagi. Dokumentsi pribadi.

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Banyak orang memasang syarat untuk melakukan kebaikan. Sebagian orang memilih menunda bersedekah karena merasa belum mampu, sementara yang lainnya merasa sibuk ketika harus menolong orang lain.

Maka, adalah orang-orang istimewa yang berani berbuat baik dalam keterbatasan yang mereka dihadapi. Banyak cara yang dipilih para pejuang kemanusiaan ini dalam menyalurkan kebaikan mereka.

Di Kabupaten Pangandaran misalnya, sekelompok anak muda rela meluangkan waktu, tenaga serta harta mereka untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Dimulai sejak 2014, anak-anak muda ini aktif menggalang dan menyalurkan donasi melalui komunitas “Pangandaran Berbagi”.

Yanto (27) salah seorang relawan Pangandaran Berbagi menuturkan, komunitas mereka mulanya hanya anak-anak muda yang hobi nongkrong untuk sekedar minum kopi atau bersenda gurau. Melihat kondisi sosial di sekeliling mereka, menurut Yanto, perlahan mulai terselip obrolan-obrolan keprihatinan terhadap orang-orang yang membutuhkan.

“Melihat orang lain, mungkin mereka tidak pernah seperti kita, jadi hati kita terenyuh, dibikinlah konsep, dengan anak-anak, gimana nih kalau kita bikin komunitas berbagi,” tutur Yanto dijumpai di basecamp komunitas ini di Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, beberapa waktu lalu.

Yanto menuturkan, karena komunitas mereka didominasi oleh anak-anak muda yang umumnya berkemampuan finansial terbatas, mereka lebih banyak berperan sebagai penggalang dan penyalur bantuan.

Mereka yang dibantu, kata Yanto, adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan, mulai dari lansia miskin hingga mereka yang mengidap penyakit kronis.

“Kita tidak ada target, kita hanya jalan-jalan siapa tahu ada orang yang perlu dibantu ya dibantu, juga ada info dari warga, suka ada yang nge-mail, nelpon juga datang langsung ke basecamp,” tutur pemuda yang kerap menjadi juru kamera dalam aktivitas-aktivitas sosial yang dilakukan komunitas ini.

Sebelum membantu, kata Yanto, mereka terlebih dahulu melihat latar belakang orang yang akan mereka tolong. Tim Pangandaran Berbagi, kata Yanto, akan terlebih mendalami profil sang target, termasuk melihat masalah sosial yang dihadapi dan bantuan yang dibutuhkan.

“Kan ada orang yang sakit, background-nya dari keluaraga berada, tapi dia diam saja tidak meminta bantuan dari orang lain, kan ada BPJS. Tapi ada orang yang nggak punya dan susah, bingung dia harus gimana, itu yang harus dibantu,” tuturnya.

Sampai saat ini, kata Yanto, Pangandaran Berbagai, memiliki relawan lapangan kurang-lebih 50 orang. Para relawan ini, kata Yanto, berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Pangandaran.

Kebanyakan, kata dia, relawan Pangandaran Berbagi adalah anak-anak muda, mulai usia belasan tahun hingga 30-an tahun. Para relawan ini, menurut Yanto, memiliki latar belakang sosial dan pekerjaan berbeda, mulai dari pelajar, pedagang hinggai pegawai pemerintah.

Para relawan ini, Yanto menyampaikan, berkontribusi dengan cara yang mereka bisa, mulai dari menjadi informan hingga menjadi juru foto atau video. Dari para relawan ini, kata Yanto, komunitas mereka sering mendapatkan informasi tentang orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Aditya Cipta Gumilar (30), relawan lainnya menambahkan, komunitas mereka biasanya berkomunikasi dengan publik dan menggalang bantuan melalui akun Facebook. Selama ini, kata dia, Facebook menjadi cara yang efektif untuk mengampanyekan penggalangan donasi, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan cepat.

“Ketika ditemukan target, kondisisnya ada yang sudah kritis jadi penggalangan dananya harus cepat, penggalangan dana dari yang mau ngebantu yang percaya sama kita, kita share di Fb dan website” tutur Aditya, sosok yang dituakan di komunitas ini.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menggelar kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui pertunjukkan musik  Punk di… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top