Topik: Sejarah

Pangandaran dan Kaburnya Raja Rampok Johny Indo

  • Rabu, 6 September 2017 - 16:48
  • Andi Nurroni
  • dibaca 860 kali
  • Comment

Foto diri Johny Indo. Sumber: dream.co.id.

Pangandaran, SPC – Wilayah tenggara Jawa Barat, yang kini mekar sebagai Kabupaten Pangandaran, menyimpan berbagai fragmen sejarah menarik. Menjadi daerah tetangga  Pulau Nusakambangan sebagai kompleks lembaga pemasyarakatan terbesar di Indonesia, daratan Pangandaran menjadi jujugan para narapidana kabur.

Salah satu kasus pelarian dari Nusakambangan paling diingat adalah kisah kaburnya 34 tahanan pada 1982. Upaya pelarian terbesar dari “Pulau Narapidana” ini diidentikan dengan sosok Johny Indo, perampok ulung spesialis toko emas di Jakarta.



Johny  yang bernama asli Johanes Hubertus Eijkenboom (lahir) kemudian berganti Umar Billah (mualaf), sering disebut-sebut pemimpin pelarian tersebut. Padahal, Johny bukanlah inisiator “pemberontakan” tersebut. Oleh para dalang pelarian, ia dipaksa bergabung dan diancam untuk meninggalkan penjara.

Popularitas Johny dalam pelarian ini semakin dikenal luas setelah kisah kaburnya ia dan kawan-kawan dibuat film berjudul “Johny Indo: Kisah Nyata Seorang Narapidana” (1987). Johny yang juga pernah berkarir sebagai model didaulat memerankan dirinya sendiri dalam film ini. Ia yang masih berstatus tahanan diberi izin khusus oleh pemerintah.

Seperti diceritakan dalam film, pelarian Johny menembus hutan Nusakambangan dari Lapas Permisan berakhir tragis. Pelarian tanpa penguasaan medan ini diwarnai drama kelaparan, perkelahian sesama napi, hingga baku tembak dengan aparat yang berujung kematian sejumlah teman Johny.

Enam pleton serdadu gabungan memburu Johny dan kawan-kawan dalam operasi bersandi “Perangkap Ikan” tersebut. Dilaporkan, 8 napi mati ditembak petugas, 5 tewas tenggelam atau diserang binatang buas, 17 menyerahkan diri, dan 4 sisanya dinyatakan hilang atau tidak ditemukan.

Johny sendiri menjadi napi terakhir yang menyerahkan diri pada hari ke-12 pelariannya. Johny menyerah di rawa-rawa muara Citanduy, sekitar daerah Majingklak, Kalipucang (kini bagian Kab. Pangandaran).

Johny menyudahi perlawanannya akibat luka-luka dan rasa lapar yang ia derita. Sejumlah temannya yang berhasil lolos juga ditangkap di sekitar kampung Majingklak, Kalipucang.

Wilayah Kalipucang memang strategis bagi pelarian narapidana Nusakambangan. Dua wilayah beda pulau ini hanya dibatasi sungai Citanduy dan laguna Sagara Anakan yang merupakan rawa-rawa hutan bakau.

Kesaksian penyerahan diri Johny Indo diriwayatkan Wartawan Pikiran Rakyat Soewarjono dalam buku “Jagat Kecil Wartawan & Karyawan Pikiran Rakyat”. Soewarjono yang memantau situsi dari daerah Majingklak melaporkan, keadaan di sekitar perbatasan Pangandaran-Nusakambangan saat itu dijaga ketat aparat.

Sebagian petugas, Soewarjono menyebut, bahkan menyaru menjadi aneka rupa manusia untuk melihat pergerakan orang-orang yang mereka curigai. Sial, Soewarjono pun terciduk oleh petugas dan dibawa ke Kantor Koramil Kalipucang. Beruntung, setelah dimintai keterangan, ia kembali dibebaskan.

Nasib mujur Soewarjono tak sampai di situ. Tak lama berselang, Johny Indo menyerahkan diri kepada petugas yang terus berpatroli melacak jejaknya.

“Pada saat Johny Indo menyerahkan diri kepada petugas, secara kebetulan saya sedang berada di perahu penyeberangan di Majingklak. Saya sempat abadikan keberadaan Johny Indo,” tulis Soewarjono.

Foto Johny Indo dalam pengamanan petugas di sekitar Majingklak tersebut menjadi salah satu dokumentasi eksklusif yang mendatangkan pujian bagi sang wartawan.

Film “Johny Indo: Kisah Nyata Seorang Narapidana” sendiri menjadi ajang pembuktian talenta akting Johny Indo. Selepas bebas dari penjara, ia banjir tawaran bermain dalam sejumlah film lain. Saat ini, pada masa tuanya, Johny Indo juga dikenal sebagai da’i.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Organisasi internasional AIDS Healthcare Foundation (AHF) turut memeriahkan ajang “2nd Pangandaran Triathlon” yang digelar di kawasan… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Puluhan atlet peserta ajang “2nd Pangandaran Triathlon” dari berbagai daerah telah hadir di Pangandaran untuk mempersiapkan… baca selengkapnya

Top