Topik: Wisata

Pantai Madasari, Spot Sempurna Berburu Gerhana Bulan

  • Selasa, 8 Agustus 2017 - 19:54
  • Admin
  • dibaca 292 kali
  • Comment

 

Penampakan gerhana Bulan parsial dari Pantai Madasari, Selasa (8/8/2017) dini hari. Foto: Dede Arief untuk SPC.

oleh Dede Arief

Fotografer Alam

Sebuah peristiwa langka berupa gerhana Bulan parsial terjadi di Indonesia pada 7-8 Agustus 2017. Dan wilayah Pantai Madasari Kabupaten Pangandaran adalah salah satu tempat terbaik untuk mengamati fenomena ini karena tingkat polusi cahaya paling rendah di Kabupaten Pangandaran.

Penulis mengabadikan fenomena alam langka ini dari Pantai Madasari pada Selasa (8/8/2017) dini hari. Pengamatan penulis, gerhana Bulan parsial 7-8 Agustus 2017  berlangsung pukul 22:50 WIB pada 7 Agustus 2017  ketika Bulan mulai masuk ke bayangan penumbra Bumi.

Lalu, sebagian kecil wajah Bulan mulai masuk bayangan umbra Bumi mulai pukul 00:22 WIB hingga 02:18 WIB , puncaknya sendiri terjadi pada pukul 01:20 WIB (Greatest), yakni 8 Agustus 2017 tadi malam.

Gerhana Bulan kemudian akan berakhir sepenuhnya ketika Bulan meninggalkan bayangan penumbra Bumi pada pukul 03:50 WIB. Dengan begitu, durasi gerhana Bulan ini mencapai 1 jam 55 menit dengan persentase maksimum puncak gerhana adalah 24 persen piringan Bulan tergerhanai.

Dari Pantai Madasari, peristiwa gerhana Bulan parsial ini cukup aman dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu seperti binokuler atau teleskop. Tidak seperti gerhana Matahari yang membutuhkan kacamata berfilter khusus untuk melindungi mata kita dari bahaya silau Matahari.

Sekadar mengingatkan kembali, gerhana Bulan merupakan fenomena yang terjadi saat sebagian atau seluruhan wajah Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Fenomena ini terjadi bila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan karena terhalangi oleh Bumi.

Ada beberapa peristiwa gerhana Bulan, yakni gerhana Bulan total, gerhana Bulan penumbra, dan gerhana Bulan parsial. Gerhana Bulan total adalah fenomena ketika seluruh wajah Bulan terhalangi bayangan umbra Bumi. Saat fenomena ini terjadi, Bulan berubah warna menjadi semerah darah.

Sementara gerhana Bulan penumbra adalah fenomena ketika sebagian atau seluruh wajah Bulan berada atau terhalang bagian bayangan penumbra Bumi, yang membuat Bulan masih dapat terlihat namun dengan warna yang agak redup.

Nah, yang terakhir adalah gerhana Bulan parsial, atau yang dikenal juga dengan gerhana Bulan sebagian. Pada gerhana ini, Bumi tidak seluruhnya menghalangi Bulan dari sinar Matahari, masih ada sebagian permukaan Bulan yang lain berada di daerah penumbra. Hal ini membuat Bulan akan tampak tergigit.

Gerhana Bulan parsial ini termasuk dalam seri Saros 119 dan merupakan gerhana ke-62 dari total 83 kali gerhana dalam seri tersebut. Dalam hal ini, gerhana seri Saros 119 yang berikutnya atau yang ke-63 akan terjadi sekitar 18 tahun lagi, tepatnya pada 20 Agustus 2035, yang sayangnya tidak terlihat dari sebagian besar wilayah Indonesia.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Organisasi internasional AIDS Healthcare Foundation (AHF) turut memeriahkan ajang “2nd Pangandaran Triathlon” yang digelar di kawasan… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Puluhan atlet peserta ajang “2nd Pangandaran Triathlon” dari berbagai daerah telah hadir di Pangandaran untuk mempersiapkan… baca selengkapnya

Top