Topik: Peristiwa

Pengukuran Lahan di Cimerak Dikawal Ratusan Personel, Ada Apa?

  • Tuesday, 6 March 2018 - 20:32
  • Syamsul Arifin
  • dibaca 242 kali
  • Comment

BPN dibantu warga saat pengukuran lahan dimohon PT Cikencreng Selasa (6/3). Syamsul Arifin/SPC

Cimerak, SPC- Pengukuran lahan di Desa Sindangsari dan Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak dikawal 400-an personel pengamanan gabungan, Selasa (6/3). Pengamanan ketat tersebut dilakukan mengantisipasi potensi gangguan, menyusul aksi perusakan properti yang dilakukan sejumlah orang belum lama ini.

Pengukuran lahan dilakukan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), sebagai prosedur permohonan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) yang dilakukan perusahaan agroindustri PT Cikencreng. PT Cikencreng berencana menjadikan lahan yang sempat terbengkalai tersebut untuk pengembangan agrowisata.

Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Pangandaran Jajat Supriadi memaparkan, PT Cikencreng memohon perpanjangan HGU seluas 368 hektare di Desa Sukajaya dan Desa Sindangsari.

Atas rencana PT Cikencreng tersebut, Jajang menjelaskan, pihak Pemkab Pangandaran sudah menerbitkan rekomendasi, karena setelah dikaji, rencana peruntukan lahan tersebut sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran maupun sebelumnya RTRW Kabupaten Ciamis.

Pada kesempatan yang berbeda saat pengukuran lahan, perwakilan PT Cikencreng Oang Kurniadi menyampaikan, pada Selasa (6/3), pihaknya bersama BPN kembali melakukan pengukuran yang sempat tertunda.

Pengukuran lahan, kata Oang sudah mengikuti prosedur yang ada, bahkan ucap dia, Bupati Pangandaran juga membantu untuk mensosialisasikan kepada Pemerintah Desa terkait.

“Alhamdulillah dari pihak Desa sendiri mendukung, karena pihak Desa ingin ada penyelesaian dengan penggarap, bahkan pihak Desa menurunkan warganya sebanyak 200 orang untuk membantu pengukuran,” tambahnya

Penggarap di lahan tersebut, menurut Oang, sebelumnya telah menerima uang kerohiman sebagai kompensasi.

Usai pengukuran lahan, perwakilan BPN Gunawan memastikan pengukuran sudah selesai, namun belum bisa dimintai keterangan terkait jumlah karena belum direkap.

Sebelumnya, upaya perpanjangan HGU PT Cikencreng terkendala resistensi sejumlah orang. Pihak penentang mengklaim sebagai petani penggarap dan menuntut pembebasan tanah yang mereka garap.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Pangandaran resmi terbentuk. Kepengurusan HAPMI terpilih setelah puluhan… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top