Topik: Perikanan

Pertama di Indonesia, Budidaya Ikan Lepas Pantai Dicoba di Pangandaran

  • Sabtu, 31 Maret 2018 - 20:33
  • Andi Nurroni
  • dibaca 106 kali
  • Comment

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, didampingi Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dan tim, berfoto di lokasi KJA Lepas Pantai, Sabtu (31/3). Andi Nurroni/SPC

Pangandaran, SPC – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melakukan uji coba budidaya ikan laut melalui metode Keramba Jaring Apung (KJA)Lepas Pantai atau KJA Offshore.

Teknologi yang diadopsi dari Norwegia ini mula-mula diuji coba di perairan Kabupaten Pangandaran dengan jenis ikan kakap putih (barramudi).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti secara khusus memeriksa instalasi KJA Lepas Pantai yang belum sepenuhnya rampung ini, Sabtu (31/3). Didampingi Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dan tim, Menteri kelahiran Pangandaran ini memeriksa kesiapan operasional teknologi ini.

Fasilitas yang dibangun di lepas Teluk Parigi ini memiliki 8 unit keramba dengan diameter masing-masing 15,5 meter dan kedalaman jaring 15 meter. KJA Lepas Pantai ini dioperasikan serba otomatis sehingga praktis dan menekan biaya produksi.

Selain keramba, proyek senilai Rp 44 miliar ini dilengkapi sejumlah sarana pendukung, di antaranya feed barge atau kapal kendali operasional serta kapal angkutan/suplai.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto sebelumnya menjelaskan, untuk setiap keramba ditebar 120 ribu sampai 150 ribu benih, sehingga proyeksi panen setiap keramba sekitar 100 ton, dengan ukuran ikan di atas 8 ons.

“April ini kita isi satu keramba, benih kita bawa dari Lampung. Jadi Pangandaran yang paling pertama dibandingkan dua tempat uji coba lainnya, yakni di Sabang (Aceh) dan Karimun Jawa (Jepara, Jawa Tengah),” ujar Slamet di Pangandaran.

Pada tahap selanjutnya, menurut Slamet, pendadaran atau pembesaran benih dilakukan di Pangandaran, sehingga bisa menyerap tenaga kerja. Pengelolaan KJA Lepas Pantai ini, menurut Slamet, akan dikerjasamakan dengan BUMN perikanan dan KUD perikanan lokal.

Dipilihnya ikan kakap putih sendiri, Slamet menjelaskan, dikarenakan dari sisi keilmuan, pihaknya telah menguasai pengetahuan mulai dari pembenihan, pendadaran, hingga pembesaran.

Selain itu, menurut Slamet, ikan jenis tersebut juga pasarnya luas, mulai dari Amerika, Eropa, hingga Jepang, serta bisa dikirim dengan dalam berbagai bentuk, seperti fillet, beku, dan lain-lain.

“Harapan kami, proyek negara ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Pangandaran, dan kami harap seluruh pihak mendukung dan mengamankan program ini,” kata Slamet.

Selain KJA Lepas Pantai, menurut Slamet, tahun ini, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP juga mengerjakan dua proyek strategis lainnya, yakni pabrik pakan ikan di Desa Babakan dan embung (danau) di lahan Grand Pangandaran, Desa Pananjung (Kecamatan Pangandaran).

Untuk pabrik pakan ikan dan embung, Slamet merinci, masing-masing anggarannya Rp 16 miliar dan Rp 12 miliar. Kedua proyek tersebut ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top