Presiden Umumkan Raskin Diganti Kupon Belanja

  • Wednesday, 20 July 2016 - 08:14
  • Andi Nurroni
  • dibaca 595 kali
  • Comment
Presiden Joko Widodo. Foto: beritadaerah.co.id

Presiden Joko Widodo. Foto: beritadaerah.co.id

Jakarta, SwaraPangandaran.Com – Presiden Joko Widodo mengumumkan kebijakan mengganti program beras untuk rakyat miskin (raskin) dengan kupon belanja.

Dilansir Kantor Berita Radio (KBR), sang Presiden menyampaikan, dengan kupon  belanja tersebut, masyarakat bisa mendapat asupan pangan yang lebih variatif, selain beras. Jokowi menyebut, langkah ini merupakan reformasi kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat miskin.

“Pada Maret 2016 yang lalu (disepakati) bahwa program raskin ini akan kita ganti dengan voucher yang akan disampaikan langsung kepada rumah tangga yang menjadi sasaran. Voucher ini dapat digunakan untuk menebus beras dan atau telur atau bahan pokok lainnya di pasar di warung di toko pada harga yang berlaku,” kata Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/7)

Mengutip data BPS, Jokowi menyampaikan, angka kemiskinan turun dari bulan Maret tahun yang sebelumnya sebesar 11,22 persen menjadi 10,86 persen. Menurut Presiden, hal tersebut dapat dijadikan momentum bagi semua pihak agar dapat semaksimal mungkin menjalankan program-program yang mampu menurunkan angka tersebut.

“Dengan mereformasi ini, rakyat yang belum mampu akan memiliki lebih banyak pilihan. Bisa membeli sembako di pasar atau toko dengan kualitas yang lebih baik dan juga bisa memperoleh nutrisi yang lebih seimbang. Tidak hanya karbohidrat, namun juga protein misalnya,” ujarnya.

Reformasi kebijakan pangan tersebut juga bertujuan agar Badan Urusan Logistik (Bulog) dapat kembali kepada fungsinya seperti semula, yakni sebagai stabilitasor harga beras dan bahan pangan lainnya.

Soal daerah-daerah di wilayah Indonesia yang sulit dijangkau, seperti di Papua atau daerah lain misalnya, dia menginstruksikan kepada menteri terkait agar dibuat suatu kebijakan khusus yang mampu memenuhi kebutuhan warga di daerah-daerah tersebut.

“Melalui reformasi ini, Bulog akan kita kembalikan lagi fungsinya sebagai stabilisator harga beras dan bahan-bahan lainnya dan juga menyangga harga gabah petani apabila harga gabah jatuh,” jelas Presiden.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Pangandaran resmi terbentuk. Kepengurusan HAPMI terpilih setelah puluhan… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top