Sejumlah Kepala Desa dari Ciamis ‘Sekolah’ ke Desa Sidomuyo

0
132

Pangandaran, SPC – Sejumlah 10 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis melakukan studi banding ke Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran Kamis (22/11). Kunjungan para kades tersebut dalam rangka mempelajari sejumlah kemajuan yang dicapai Desa Sidomulyo.

Ketua Asosiasi Perangkat Desa Indonesia Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Asep Didi menjelaskan, studi banding ini merupakan inisatif dari para kepala desa di Kecamatan Cijeungjing dan diketahui oleh Camat.

“Kebetulan, dari 11 Desa di Kecamatan Cijeungjing, hanya 1 yang tidak ikut karena ada keperluan mendadak,” tutur Asep.

Fokus isu yang dikejar, kata Asep, tidak lain adalah standarisasi harga barang untuk pembangunan di desa, berikut juga aturan untuk meningkatkan kesejahteraan Kepala dan Perangkat Desa.

“Kesejahteraan bagi Kepala dan perangkat Desa di Kabupaten Ciamis kan masih rendah dibanding Kabupaten Pangandaran,” tutur Asep.

Sementara, Kepala Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis MA Haris mengakui, kebijakan mengenai Pemerintahan Desa di Kabupaten Pangandaran, lebih maju dalam beberapa hal.

“Contohnya siltap dan tunjangan kepala desa di Kabupaten Ciamis, hanya diambil dari Dana Desa saja, kami tidak ada bantuan keuangan,” ungkap Haris.

Standar harga dan upah kerja, kata Haris, juga menjadi persoalan yang mendasar. Pasalnya, kata dia, nilai harga yang ditetapkan oleh Bupati berbeda dengan di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Sugiono memaparkan aturan yang berlaku bagi desa di Kabupaten Pangandaran.

“Dalam menjalankan tugas dan pembangunannya di pemerintah desa, ada aturan yang diatur oleh Peraturan Menteri, Peraturan Daerah, Peraturan Bupati dan Peraturan Desa,” papar Sugiono.

Standarisasi harga ucap ia tetap mengacu pada peraturan dari Kabupaten. Jika bentuknya swakelola, ucap ia tidak mengacu kepada aturan pemerintah daerah.

“Kalau Kesejahteraan di Pangandaran kan kita ada siltap dari Anggaran Dana Desa, tunjangannya dari bantuan keuangan, makannya terlihat besar,” tandasnya.