Sungai Cibayawak Terbendung Longsor, Warga Diminta Waspada

  • Minggu, 15 Oktober 2017 - 19:48
  • Admin
  • dibaca 234 kali
  • Comment

Material longsor yang membendung Sungai Cibayawak. Foto: DPKPBD.

Sidamulih, SPC – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran mengimbau warga di hilir sungai Cibayawak di Dusun Citamelang, Desa Kersaratu, Kecamatan Sidamulih meningkatkan kewaspadaan dini. Hal ini dikarenakan material longsor yang membendung sungai sulit dinormalisasi.

“Medannya cukup sulit untuk alat berat masuk, kemudian juga ada potensi longsor kembali jika material yang membendung sungai disingkirkan, jadi hasil koordinasi dengan masyarakat dan instansi terkait, sementara dibiarkan,” tutur Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena kepada SPC, kemarin(15/10).

Dikatakannya, air sungai yang terbendung saat ini membentuk kubangan seluas 200 meter dengan luas kurang dari 1 hektar.

“Masyarakat setempat malah ingin dibiarkan saja menjadi danau, memang wilayah yang terendam itu lereng perbukitan yang berbentuk cekungan,” ungkapnya.

Di titik dataran terendah, kedalaman air mencapai 7 meter. “Ada pohon kelapa tinggi yang kini terendam sampai ke bagian atasnya jadi memang sangat dalam,” ujarnya.

Nana menambahkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian longsor tersebut ke Bupati dan Badan Geologi Nasional untuk dilakukan pengkajian wilayah.

“Tentu harus dilakukan pengkajian untuk mengambil langkah-langkah tepat penanganannya. Kami khawatir jika hujan deras lebih dari tiga jam, material longsor yang sekarang membendung sungai jebol,” ujarnya.

Pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat terdampak di sepanjang sungai tersebut yaitu wilayah Desa Selasari hingga ke Desa Bojong.

“Daerah yang paling kami khawatirkan yaitu Desa Bojong, karena banyak pemukiman warga sejajar bahkan dibawah sungai, disana langganan banjir akibat luapan sungai,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, longsor di wilayah perbukitan seluas 12 hektar terjadi Kamis (12/10) pagi di areal tanah warga dan lahan Perhutani blok Pabeletan Dusun Citamelang Desa Kersaratu, Kecamatan Sidamulih. Bukit sepanjang 250 meter amblas dan menutup sungai Cibayawak. Longsor tersebut berpotensi mengakibatkan banjir bandang.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan dirinya akan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait menyikapi kejadian bencana di sejumlah wilayahnya.

“Kita akan lakukan kajian geologi di beberapa lokasi longsor dan banjir dalam upaya mitigasi bencana dan langkah apa saja yang harus kita lakukan, termasuk longsor di Citamelang yang sekarang membendung aliran sungai, jangan sampai salah penanganan,” ungkapnya.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Organisasi internasional AIDS Healthcare Foundation (AHF) turut memeriahkan ajang “2nd Pangandaran Triathlon” yang digelar di kawasan… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Puluhan atlet peserta ajang “2nd Pangandaran Triathlon” dari berbagai daerah telah hadir di Pangandaran untuk mempersiapkan… baca selengkapnya

Top