Topik: Sejarah

Telusuri Jejak Jalur Kereta Api Banjar-Cijulang, PT KAI Ajak Komunitas dan Wartawan

  • Rabu, 21 Maret 2018 - 13:45
  • Syamsul Arifin
  • dibaca 223 kali
  • Comment

Diskusi Jalur kereta api Banjar-Cijuang yang berlangsung di hotel horison selasa (20/3). Syamsul Arifin/SPC

Pangandaran, SPC – PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali melakukan kegiatan Napak Tilas Jalur Non Aktif Kereta Api Banjar-Cijulang (Banci). Selain diikuti jajaran pegawainya, kegiatan juga melibatkan sejumlah komunitas dan wartawan.

Dalam kegiatannya, peserta diajak menelusuri peninggalan jalur kereta api Banjar-Cijulang. Kegiatan dimulai dari stasiun Banjar sejak Selasa(20/3) kemarin dan akan berakhir, Kamis(22/3) di Pangandaran.

Kepala Humas PT KAI Pusat Agus Komarudin memaparkan, kegiatan tersebut merupakan upaya penelusuran sejarah, pengamanan aset serta sosialisasi kepada warga yang tinggal di jalur kereta api.

“Ada 3 hal dalam pengamanan aset, yaitu penertiban aset yang berpotensi hilang karena ditempati pihak ketiga. Kemudian, pengamanan operasional jalur kereta api, dan yang ketiga upaya untuk dikomersilkan,” ujarnya.

Menurut Agus, ke depan kebutuhan transportasi masyarakat tidak hanya mengandalkan jalan, namun juga kereta api.

“Untuk mengurai kemacetan dan efisiensi waktu kereta api dibutuhkan,” tuturnya.

Sementara terkait rencana reaktivasi, Agus menjelaskan hal itu menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan RI dengan pihak-pihak terkait, termasuk Direktur Jendral Perkeretaapian dan pemerintah daerah.

“PT KAI hanya sebagai operator saja, harapan kami tahun 2030 bisa direalisasi,” kata dia.

Lanjut Agus, kondisi aset PT KAI di jalur Banci saat ini banyak dijadikan hunian warga. Dilihat dari potensinya,
Agus berharap dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat

“Tingkat pertumbuhan ekonomi terutama pariwisata di wilayah Pangandaran terus meningkat, apalagi jalur kereta Banci memiliki pemandangan alam yang indah.” ujarnya.

Diakhir perbincangan dengan SPC, Agus mengimbau masyarakat yang menempati lahan KAI untuk tidak membangun hunian permanen. “Kami berharap masyarakat mengikuti ketentuan yang sudah dibuat oleh PT KAI,” pungkasnya.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

Musik adalah salah satu media paling ampuh untuk menyampaikan pesan kepada semua kalangan masyarakat. Media musik… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top