Temukan Barang Kadaluarsa, Pemkab Pangandaran Pantau PKL 

  • Jumat, 27 Mei 2016 - 08:19
  • Admin
  • dibaca 547 kali
  • Comment
Salah satu lapak PKL di Pantai Barat Pangandaran. (Foto: Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Salah satu lapak PKL di Pantai Barat Pangandaran. (Foto: Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Dinas Pariwisata, Perindagkop UMKM Kabupaten Pangandaran berencana kembali melakukan operasi pengawasan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah objek wisata Pangandaran.

Operasi dilakukan setelah pihak Dinas Pariwisata, Perindagkop UMKM menemukan adanya produk kadaluarsa (expired) pada operasi tahun lalu.

“Pada pemantauan yang sudah, setelah kelapangan kami menemukan ada barang yang sudah kadaluarsa atau habis masa tenggangnya seperti minuman,” Tutur Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Pariwisata, Perindagkop UMKM Kabupaten Pangandaran Maman dijumpai SwaraPangandaran.Com beberapa waktu lalu.

Maman mengatakan, pemantauan akan dilakukan bersama tim yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolisian, Dinas Kesehatan, Ahli Ekonomi, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pangandaran.

Maman menjelaskan, pemantauan diprogramkan untuk melakukan penjaminan mutu produk-produk yang dijual di Pangandaran dan menjaga hak-hak konsumen, khususnya wisatawan di Pangandaran.

“Teknisnya, kami akan memberi peringatan atau teguran dahulu, apakah dia (si pedagang) tidak tahu atau lupa atau sengaja kami kan tidak tahu. Kalau pada kedua kali masih ditemukan barang dagangan yang expired, baru teguran secara tertulis,” kata Maman.

Jika si penjual tidak mengindahkan teguran tersebut, Maman menyampaikan, langkah selanjutnya adalah pihaknya akan melapor ke kepolisian dan satpol PP untuk ditindak lebih lanjut. Hal itu dilakukan, kata Maman, karena penindakan hukum bukan kewenangan pihaknya.

Selain ke PKL yang tersebar di objek-objek wisata Pangandaran, kata Maman, untuk mengawasi peredaran barang dan jasa juga akan dipantau ke pasar-pasar rakyat, pasar daerah dan toko swalayan atau toko modern (mini market).

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menggelar kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui pertunjukkan musik  Punk di… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top