Warga Cijulang Keluhkan Elpiji Mahal dan Langka

  • Selasa, 13 Februari 2018 - 20:07
  • Syamsul Arifin
  • dibaca 44 kali
  • Comment

Ilustrasi: Petugas memeriksa pasokan elpij 3 Kg yang baru tiba di Pangandaran.

Cijulang, SPC – Peraturan Bupati Pangandaran No 510.23/Kpts.225-Huk/2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) penjualan Gas elpiji dianggap masih belum relevan.

Pasalnya, HET yang ditetapkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata tahun lalu diangka Rp 17.400 belum bisa dirasakan manfaatnya oleh warga.

Disampaikan salah salah se warga Cijulang, Gani Ramdani (42), Harga gas elpiji saat ini di warung sekitar Cijulang masih di kisaran angka Rp 24 ribu sampai Rp 27 ribu.

Selain mahalnya harga, ucap Gani,  kelangkaan gas elpiji juga tidak bisa dielakan.

Di lingkungannya saja, menurut Gani, meskipun di pusat kota dan dekat dengan Agen, harganya masih tinggi, mencapai Rp 20 ribu. Itupun, kata dia, kalau ada barangnya.

“Kalau di pusat kota saja mahal dan langka, lantas bagaimana dengan daerah Cibanten dan Ciakar yang jaraknya lumayan jauh dari agen, mungkin harganya bisa sampai 30 ribu per tabung,” ucapnya.

Di akhir perbincangan, Gani berharap pemerintah jemput bola dengan melakukan testimoni kepada warga pengguna gas elpiji.

“Kan kalau harus lapor dulu ke Kantor Kecamatan masyarakat rada berabe, harusnya pemerintah bisa lebih peka dengan keadaan dan tidak menutup mata,” tandasnya.

Editor: Andi Nurroni

Peduli HIV/AIDS Bersama AHF

AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menggelar kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui pertunjukkan musik  Punk di… baca selengkapnya

Kiprah

Oejeng Soewargana (baca: Uyeng Suwargana) adalah seorang tokoh Pasundan terkemuka pada dekade-dekade pergolakan kemerdekaan Indoensia. Di… baca selengkapnya

Infotorial

Komunitas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh, bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purbahayu, menggelar… baca selengkapnya

Top