1 Warga Pangandaran Jadi Sandera Abu Sayyaf di Filipina

0
3069
Ono Suharno dan Juhanan, ayah dan ibu Dede Irfan Hilmi menunjukan foto anaknya. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)
Ono Suharno dan Juhanan, ayah dan ibu Dede Irfan Hilmi menunjukan foto anaknya. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)
Ono Suharno dan Juhanah, ayah dan ibu Dede Irfan Hilmi menunjukan foto anaknya. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Satu dari empat WNI sandera terbaru kelompok militan Filipina Abu Sayyaf, dipastikan warga Kabupaten Pangandaran. Korban tercatat atas nama Dede Irfan Hilmi (25), warga RT 08/RW 03, Dusun Cisempu, Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak.

Ditemui di rumahnya, Ono Suharno (47), ayah Dede, membenarkan bahwa salah satu korban penyanderaan adalah anaknya. Dede dan ketiga rekannya disandera setelah kapal tunda atau tugboat mereka yang menderek tongkang bermuatan batubara dibajak kelompok Abu Sayyaf di Perairan Malaysia 15 April lalu.

“Saya dikabari perusahaan Sabtu malam (Minggu dinihari), saya sampai lemas enggak bisa tidur,” ujar Ono kepada wartawan dengan mata berkaca, Selasa (19/4).

Selain pihak perusahaan, Ono mengatakan, pihak TNI juga sudah menghubunginya. Menurut Ono, pihak TNI menyampaikan bahwa mereka sedang mengupayakan cara terbaik untuk membebaskan puteranya.

Diberitakan sejumah media, selain Dede, tiga WNI lain yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf adalah Moch Ariyanto Misnan, Lorens MPS dan Samsir. Keempatnya disandera karena dianggap “perwira” kapal, yakni kapten, nakhoda, mualim 1 dan mualim 2.

Penyandaeraan atas empat orang WNI tersebut menambah daftar WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Sebelumnya, akhir Maret lalu, 10 WNI juga disandera kelompok separatis yang terkenal nekat ini.

Baca: Dede, Warga Pangandaran Sandera Abu Sayyaf Alumni Pesantren Tasik