70 Persen Terumbu Karang Cagar Alam Rusak

0
1231
Wisatawan berenang di sekitar bangkai Kapal MV Viking. Kehadiran bangkai kapal tersebut telah memicu kerusakan terumbu karang. (SwaraPangandaran.Com/Ahmad Toni Harlindo)
Wisatawan berenang di sekitar bangkai Kapal MV Viking. Kehadiran bangkai kapal tersebut telah memicu kerusakan terumbu karang. (SwaraPangandaran.Com/Ahmad Toni Harlindo)

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Kondisi kawasan laut Cagar Alam Pangandaran mengundang rasa prihatin. Seluas 70 persen area terumbu karang di kawasan ini dalam kondisi rusak.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Pangandaran Yana Hendrayana melaporkan, data tersebut merupakan hasil studi Depertemen Biologi Universitas Padjajaran beberapa waktu lalu.

“Kerusakan disebabkan tiga faktor, yakni tsunami, eksploitasi masyarakat dan sisanya karena pengunjung (wisatawan),” ujar Yana kepada SP.Com, seusai mengikuti Kelompok Diskusi Terpumpun (FGD) di Rumah Plankton, Selasa (11/7/2017).

Yana mengakui, pihaknya memiliki keterbatasan dalam upaya memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak tersebut. Transplantasi atau penyuburan kembali kawasan terumbu karang, menurut Yana, pernah dilakukan dengan dukungan pihak ketiga.

Namun begitu, menurut dia, hasilnya tidak maksimal, karena tidak ditindaklanjuti dengan pemeriksaan secara berkala. Terlebih, kata dia, kawasan transplantasi terumbu karang di area Pasir Putih Barat, rusak karena tergerus bangkai Kapal Viking yang dikandaskan Pemerintah Pusat di sana.

“Itu perlu kita pikirkan, agar Kapal Viking jangan ada di sana, karena juga merusak,” kata dia.

Yana menginformasikan kawasan laut Cagar Alam Pangandaran mencakup wilayah perairan di sekeliling hutan pananjung. Dari darat, menurut dia, jaraknya lebih-kurang 150 meter.