Akhirnya, Ciamis Serahkan BPR dan PDAM ke Pangandaran

0
332

Pangandaran, SPC – Pemerintah Kabupaten Ciamis akhirnya menyerahkan dua aset besarnya kepada Kabupaten Pangandaran, yakni Bank Perkereditan Rakyat (BPR) BKPD dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh, Senin (15/7/2019) malam. Penyerahan aset yang telah tertunda tujuh tahun lamanya tersebut dihadiri kedua bupati beserta jajaran.

Proses pelimpahan dua aset berlokasi di Pangandaran tersebut tertunda dan kerap menjadi topik panas dalam komunikasi politik kedua daerah. Tak heran, Pemkab Pangandaran sangat antusias menyambut langkah bijaksana Pemkab Ciamis menyerahkan aset bernilai milyaran rupiah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis Herdiat menyampaikan, penyerahan aset berlokasi di Pangandaran merupakan amanat UU Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran. Pihak Ciamis, kata Herdiat, tidak ingin perkara tersebut berlarut dan menjadi ganjalan hubungan kedua daerah.

“Kami sudah ikhlas diserahkan kepada Kabupaten Pangandaran. Mudah-mudahan kita makin erat menjalin silaturahmi,” ujar Herdiat di lokasi kegiatan, di kawasan wisata Pantai Pangandaran.

Setelah diserahkan, Herdiat berharap Pemkab Pangandaran bisa membenahi dua perusahaan tersebut agar bisa lebih maju dari sebelumnya. Masing-masing perusahaan, kata dia, punya persoalan yang berbeda.

“Untuk BPR BKPD, ada masalah kemacetan kredit, terutama mayoritas di ASN. mudah-mudahan di bawah Pemkab Pangandaran, lebih mudah menyelesaikan masalah tersebut,” ujar Bupati yang baru menjabat tiga bulan tersebut.

Sementar untuk PDAM Tirta Galuh, menurut Herdiat, perusahaan tersebut telah menjalani audit dan siap diserahterimakan.

Berbicara dihadapan hadirin, Bupati Pangandaran memuji kiprah Bupati Ciamis yang telah mengambil kebijakan strategis penyerahan BPR dan BKPD kepada Pangandaran di awal kepemimpinannya.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Pangandaran, saya sampaikan terimakasih yang sebesarnya,” kata Jeje.

Kepada wartawan, Jeje mengaku belum tahu kondisi internal kedua perusahaan tersebut karena sebelumnya tidak bisa masuk secara langsung ke dalam perusahaan. Setelah serah terima, kata Jeje, dalam waktu dekat ia akan memeriksa kedua perusahaan tersebut.