Bimtek Saksi TPS di Pangandaran Kurang Diminati

0
150
Suasana bimtek saksi di Kecamatan Sidamulih Senin (8/4). Syamsul Arifin/SPC

Parigi, SPC – Ajang bimbingan teknis (bimtek) untuk saksi pemilu di Kabupaten Pangandaran kurang diminati. Faktor kurangnya kesadaran para saksi akan pentingnya bimtek diduga jadi penyebab.

Menurut data Bawaslu Kabupaten Pangandaran, dari sejumlah total 24300 orang saksi di 1350 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dikirimkan partai politik (Parpol) hanya 4852 orang.

“Ini juga kan hanya 9 Parpol yang mengirimkan. Padahal kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan sebanyak 3 kali.” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan Senin (8/4).

Bimtek saksi, kata Iwan, dilakukan secara serentak oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan dari sejak tanggal 7-9 April 2019.

“Tiap kecamatan juga tidak semua, dari 9 Parpol yang tercatat mengirimkan, ada yang hanya 2 hingga 8 parpol saja, ” imbuh Iwan.

Lebih lanjut, Iwan mengaku sudah mencoba berkomunikasi dengan Parpol, alasan Parpol tidak mengirimkan kata Iwan, mereka tidak sanggup untuk memfasilitasi biaya transport kepada saksi.

“Ya kan kami hanya memfasilitasi materi mengenai saksi di TPS dan konsumsi saja,” Tandas Iwan.

Iwan menginformasikan, berdasar Pasal 351 ayat 8 UU No 7 tahun 2017, saksi yang terdaftar di Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) menjadi tanggung jawab Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk diberikan pelatihan.