BNI dan RKB Pangandaran Rekrut Pelajar Jadi Pengusaha

0
336
Para pelajar peserta program "Aku Saudagar Muda" antusias berdialog dengan para pelaku UMKM.

Pangandaran – Bank Negara Indonesia (BNI) dan Rumah Kreatif BUMN (RKB) Pangandaran melucurkan program penumbuhan minat wirausaha bagi pelajar di Kabupaten Pangandaran, Kamis (13/12).

Program bertajuk “Aku Saudagar Muda” ini menjaring 100 siswa dari enam SMA/SMK untuk mendapat pelatihan dan praktik wirausaha melalui kompetisi penjualan produk.

Bertempat di Hotel Emerald, Kawasan Wisata Pantai Pangandaran, kegiatan diisi dengan sesi motivasi dari sejumlah pembicara, sesi berbagi pengalaman bersama 12 pelaku UMKM, serta penyerahan peket produk dagangan untuk para pelajar.

Hadir memberikan sambutan, Pemimpin BNI Cabang Pangandaran Ichlas Rusnanto menyampaikan, dalam kegiatan ini, para pelajar diberi waktu enam pekan untuk menjual 12 jenis produk makanan, kriya dan fesyen.

Sepanjang kegiatan, menurut Ichlas, para pelajar mendapat bimbingan dari BNI, RKB Pangandaran dan para pelaku UMKM.

“Pangandaran ini terbilang diistimewakan, berbagai program sosial BNI hadir di Pangandaran, karena Pangandaran ini punya potensi besar,” ujar Ichlas.

Menurut Ichlas, program “Aku Saudagar Muda” sangat relevan dengan misi Pemerintah Indonesia untuk menggenjot semakin banyak wirausahawan. Ichlas berharap, program tersebut bisa menelorkan para saudagar-saudagar masa depan.

Turut memberikan sesi motivasi, Ketua Kadin Kabupaten Pangandaran Teddy Sonjaya mengajak para pelajar untuk mencontoh Pengusaha Tiongkok Jack Ma. Menurut Teddy, karir pendiri perusahaan raksasa Alibaba tersebut telah menunjukan bahwa setiap orang bisa sukses dengan kerja keras.

Sepanjang kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Sesi berbagi pengalaman dengan 12 pelaku UMKM tampak menjadi favorit para pelajar. Para pengusaha lokal tersebut mendapat hujan pertanyaan dari para pelajar yang penasaran mengetahui kiat-kiat kesuksesan mereka.

Dzikri, pelajar SMKN 1 Pangandaran mengaku sangat bersemangat dan tidak sabar untuk langsung menjual produk-produk yang disediakan panita. “Saya kan sehari-hari juga suka jualan, jadi insyaalah, saya bisa,” kata Dzikri.

Pada program ini, para pelajar memang dilecut untuk berkompetisi dengan penyediaan hadiah-hadiah yang menggiurkan, seperti laptop, ponsel Android dan lain-lain.