Dampak Hujan Deras, Ini Peta Kejadian Bencana di Pangandaran

0
398
Warga saat melintas di Genangan Banjir yang terjadi Selasa (6/11). Syamsul Arifin/SPC

Parigi, SPC – Pasca hujan lebat yang mengguyur sejak Senin (5/11) sore, tercatat sejumlah 20 kejadian bencana terjadi Kabupapaten Pangandaran hingga Selasa (6/11).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena merinci, jumlah kejadian tersebut terdiri dari bencana longsor, banjir, rumah ambruk dan tertimpa pohon.

Banjir kata Nana ada 10 titik kejadian diantaranya Dusun Cimanggu Desa Cikalong, Dusun Sukasari Desa Parigi, Dusun Karangnangka Desa Bojong, Dusun Patrol Desa Cibenda, Dusun Karangsari Desa Pananjung, Dusun Ciwaru Desa Cijulang, Dusun Cikangkung Cikangkung Desa Sidamulih, Dusun Cijalu Desa Parigi, Dusun Patrol Desa Cibenda, Dusun Cisempu Desa Ciparanti.

“Dari sepuluh titik hanya ada satu korban jiwa di Dusun Cisempu Desa Ciparanti karena terseret arus, sedangkan yang lainnya hanya rumah yang terendam,” ucap Nana Kepada SPC di kantornya.

Longsor, ucap dia, ada di 8 titik antara lain Dusun Cimapag Desa Harumandala, Dusun Sanghiangkalang Desa Batukaras, Perbatasan Sidamulih-Kersaratu, Dusun Karangsari Desa Putrapinggan, Dusun Sindangkasih Desa Banjarharja, Dusun Pondokmangir, Desa Pagergunung, Dusun Bungur Desa Bungurraya.

“Longsor ini berdampak menutup akses jalan, beberapa rumah terkena timbunan tanah dan beberapa rumah lainnya rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor ini,” tambah Nana.

Selanjutnya kata Nana ada 2 rumah ambruk di Dusun Sirungwatang Desa Kalipucang dan Dusun Sirnagalih Kecamatan Kalipucang. Tidak ada korban jiwa tambah ia hanya 2 rumah rusak berat.

“Dua lagi kan rumah tertimpa pohon, di Dusun Sukasari Desa Bojong dan Dusun Bantarkalong Desa Sidomulyo. Ini juga tidak ada korban jiwa, hanya rumah yang rusak,” tukasnya.

Lebih lanjut Nana mengimbau warga supaya tetap waspada terutama yang rumahnya dekat dengan sungai karena air di hulu debitnya tinggi jika terjadi hujan.

“Yang rumahnya didekat tebing juga harus waspada, karena ancaman longsor bisa saja menimpa ketika hujan datang,” tambah Nana.

Diakhir percakapan, Nana juga menyampaikan bahwa stok logistik untuk bencana di DPKPB dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa sudah menipis.

“Tadi kami sudah coba hubungi Provinsi, dan Alhamdulillah sudah ada respons. Tapi kan di Provinsi juga stoknya sama dan tidak hanya untuk Pangandaran saja, ya mudah mudahan ada dari perusahaan, baik lokal ataupun nasional,” Pungkasnya.