Demi Bangun RSUD, Bupati Pangandaran Tinggal di Rumah Kontrakan

0
597
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu. Andi Nurroni/SPC

Pangandaran – Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat saat ini tengah menggenjot pembangunan berbagai infrastruktur, mulai dari jalan, penataan kawasan wisata hingga RSUD. Pesatnya pembangunan kabupaten belia ini ditopang komitmen Bupati Pangandaran dan jajarannya yang mendahulukan fasiltias publik daripada fasiltias jabatan.

Sebagai gambaran, meskipun telah menginjak tahun ke tujuh setelah pemekaran, Bupati Pangandaran masih mendiami rumah dinas kontrakan. Begitu pun perkantoran lembaga-lembaga pemerintah, hampir semuanya menyewa.

“Siapa tahu rumah dinas bupati? Jelek. Padahal kalau niat bangun itu cuma Rp 2 miliar, selesai,” kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutan sebuah ajang pendidikan pekan lalu.

Menurut Jeje, dirinya memiliki prinsip setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan harus memiliki dampak yang jelas. Selanjutnya, kata dia, agar rancangan anggaran sesuai dengan prioitas, pihaknya bekerja keras meyakinkan DPRD agar memiliki visi yang sama soal anggaran.

“Ini komitmen moral kami, biar urusan Bupati dan Wakil Bupati nomor sekian, tapi (kepentingan) rakyat nomor satu,” kata politikus PDIP ini.

Ia mencontohkan, salah satu buah dari efisiensi anggaran adalah pembangunan RSUD yang akan rampung tahun ini. Dengan biaya Rp 238 miliar, menurut Jeje, RSUD Pangandaran akan menjadi yang termegah di Priangan Timur.

“Itu baru gedung. Alkesnya saja Rp 100 miliar. Itu bukan karena kita banyak uang, tapi karena kita komitmen,” kata Jeje.

Prioritas pembangunan fasilitas publik, kata Jeje, dilakukan dengan kesadaran bahwa Pangandaran adalah daerah otonom baru yang tertinggal dari sisi pembangunan. Pembangunan infrastruktur ini, menurut dia, setidaknya memerlukan waktu satu periode pemerintahan.

“Sampai tahun 2020 kita akan terus membangun (infrastruktur). Baru pada 2021, kita akan mulai fokus pada peningaktan SDM,” ujar Jeje.