Dikritik Bupati, Ini Janji Perhutani untuk Perbaikan Citumang

0
1450
Obyek wisata Ciutmang di Kecamatan Parigi. (Ahmad Toni Harlindo/SwaraPangandaran.Com)
Obyek wisata Ciutmang di Kecamatan Parigi. (Ahmad Toni Harlindo/SwaraPangandaran.Com)
Obyek wisata Ciutmang di Kecamatan Parigi. (Ahmad Toni Harlindo/SwaraPangandaran.Com)

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Perum Perhutani selaku pengelola obyek wisata Citumang di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, dikritik Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Kritik yang diikuti instruksi penutupan sementara Citumang dilakukan Bupati setelah beberapa kali jatuh korban jiwa di wahana wisata air ini.

Menanggapi kritik Bupati dan sejumlah warga, pihak Perum Perhutani KPH Ciamis berjanji melakukan evaluasi dan perbaikan secepatnya. Kepala Urusan Humas Perum Perhutani KPH Ciamis Aan Herliaman menyampaikan, pihaknya telah melakukan rapat internal membahas rencana perbaikan.

Menurut Aan, ada beberapa langkah yang akan ditempuh sebagai upaya peningkatan kualitas pengelolaan obyek wisata Citumang.

“Kami akan mendata ulang pemandu yang ada di Citumang, kita juga akan berikan pelatihan untuk teman-teman pemandu agar dalam melakukan pemanduan  itu sesuai dengan prosedur, kemudian, pemandu yang boleh membawa wisatawan hanya yang bersertifikat,” ujar Aan dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (15/7).

Selain itu, menurut Aan, upaya perbaikan juga dilakukan terkait sarana-prasarana, di antaranya memperbanyak rambu-rambu di lingkungan obyek wisata Citumang.

Dalam upaya melakukan upaya perbaikan ini, menurut Aan, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan para pemangku kepentingan di Citumang. Menurut Aan, selama ini memang obyek wisata Citumang tidak dikelola murni oleh Perhutani, melainkan juga menggandeng karangtaruna dan organisasi pemandu.

Aan menjelaskan, sebenarnya, selama ini pihak pengelola Citumang terus berbenah untuk memperbaiki pelayanan. Ia menggambarkan, pihak pengelola telah menentukan jalur untuk wisata body rafting dengan rambu-rambu di sekitarnya.

Selain itu, pihak pengelola juga telah membuat pos-pos pemantauan di sepanjang jalur serta dilengkapi  tali tambang untuk alat bantu darurat. Tak hanya sampai di situ, menurut Aan, di sana juga telah ada papan pengukuran tinggi air untuk menentukan batas aman lokasi.

Aan menyesalkan, kejadian kecelakaan kemarin terjadi di luar jalur yang telah ditetapkan. Atas dasar ini, menurut Aan, pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Sejak awal itu keselamatan wisatawan itu menjadi hal utama bagi kami. Masalah keselamatan memang menjadi tnggung jawab kami, tapi di lapangan kami tidak bekerja sendiri, ada pemandu, dan wisatawan juga harus turut menjaga keselamatan mereka sendiri,” kata Aan.