Guru PAUD di Pangandaran Dilatih Memanfaatkan Barang Bekas untuk Pembelajaran Pangandaran

0
120
Guru PAUD Pangandaran saat mengikuti Workshop pemanfaatan barang bekas sebagai media pendidikan, Sabtu (23/2/2019). Gambar Istimewa/SPC

SPC – Sekitar 300 guru PAUD di Pangandaran mengikuti acara workshop pemanfaatan barang bekas sebagai media pendidikan, Sabtu (23/2/2019). Workshop bertema “Bahan Bekas jadi Emas di Dalam Kelas” ini digagas untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam mengajar.

Workshop ini mengangkat pemanfaatan bahan bekas menjadi media permainan, media cerita dan aspek-aspek perkembangan dalam pembelajaran di kelas. Digelardi Aula Yayasan Al Hidayah Pangandaran, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pelatih, yakni kak Pranowo dan Bunda Sri dari Yogyakarta serta Kak Mansur dari Pangandaran.

“Tujuan diadakannya workhshop ini adalah supaya guru PAUD bisa menggunakan media bahan bekas yang ada di sekitar kita sebagai media pembelajaran yang menyenangkan di kelas melalui permainan, kreatifitas dan cerita dengan media bahan bekas,” ujar Mansur, selaku penggagas kegiatan.

Mansur menambahkan, guru-guru PAUD memang perlu di-upgrade pengetahuannya dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Salah satunya, kata dia, dengan media bahan bekas.

“Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan botol bekas, ternyata botol bekas di sekitar kita bisa kita gunakan sebagai media permainan cerita dan kreativitas,” kata dia.
Kegiatan ini direspons para peserta dengan semangat dan antusias.

Peserta mendapatkan hal dan ilmu baru dalam penggunaan media pembelajaran menggunakan bahan bekas.

Mereka berharap, ada acara-acara semacam ini yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kreatifitas dan kemampuan guru dalam mengajar di kelas.

Acara dibuka oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaaan PAUD/PNF Disdikpora Kabupaten Pangandaran Undang Suhendar.

Undang menyampaikan, workshop semacam ini perlu dilakukan dalam rangka pengembangan kompetensi guru PAUD, salah satunya dengan inovasi pembelajaran dengan media bahan bekas atau bahan yang ada di sekitar kita.