Insiden Bendera Jatuh Warnai Peringatan HUT ke-71 RI di Pangandaran

0
2335
Karena tali pengait bendera putus, petugas Paskibrakan membentangkan bendera. (Foto: GG)
Karena tali pengait bendera putus, petugas Paskibrakan membentangkan bendera. (Foto: GG)
Karena tali pengait bendera putus, petugas Paskibraka membentangkan bendera. (Foto: GG)

Parigi, SwaraPangandaran.Com – Upacara Peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia di Kabupaten Pangandaran, Rabu (17/8) berjalan kurang mulus. Kegiatan sakral ini diwarnai insiden patahnya bandul pengait pada bendera, sehingga bendera yang telah dikerek jatuh ke tanah.

Patahnya bandul pengait pada bendera diduga disebabkan oleh kondisi fisik bendera yang tak cukup bagus. Diketahui, bendera yang tersebut telah digunakan sejak 2013.

Tak sampai di situ, dua orang anggota Pasukan Kibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) juga jatuh pingsan hingga dilarikan ke Puskesmas Parigi. Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Pangandaran Rizal Qudrotulloh menduga pingsannya dua anggota Paskibra karena kelelahan dan tertekan secara mantal akibat insiden tersebut.

Kerena bendera gagal berkibar di puncak tiang, petugas Paskibraka, membentangkan bendera di bawah tiang untuk keperluan penghormatan. Seusai upacara, dengan bantuan sebuah mobil crane, petugas memasangkan kembali tali ke puncak tiang.

Berbicara kepada media seusai kegiatan, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, ia sedikti kecewa dengan adanya insiden bendera jatuh saat Upacara Peringatan HUT ke-71 RI.

“Ya saya nggak bisa bilang apa-apa karena sudah terjadi.Tadi saya dengar protokoler pagi-pagi sudah mengecek dan mencoba.Mungkin anak-anak terlalu semangat. Saya kira tidak mengurangi rasa khidmat,” kata Jeje.

Jeje menambahkan, ia juga sangat kecewa dengan kondisi seragam Pakaian Dinas Upacara (PDU) yang dikenakan oleh paskibraka Kabupaten Pangandaran. Jeje berpendapat, kualitas pakaian mereka, termasuk dari sisi bahan, di bawah standar.

“Yang seperti ini kan harusnya menjadi perhatian. Menjadi spirit bagi mereka yang sudah berpanas-panasan latihan,”turturnya.

Menurut Jeje, Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) adalah salah satu dinas yang anggaranya terbesar. Seharusnya, kata dia, hal-hal seperti itu tidak boleh luput dari perhatian.

“Saya kira nggak ada lagi alasan masalah anggaran,” ujar Jeje.

Untuk menghindari selentingan-selentingan miring menyusul insiden jatuhnya bendera, jeje menyebut akan mengevaluasi dan memerintahkan Inspektorat untuk mengaudit anggaran Paskibra. Apabila terbukti ada kecacatan, prosedur sanksi akan ditempuh.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Disdikbudpora Kabupaten Pangandaran Sobar Sugema mengatakan, insiden jatuhnya bender pada saat upacara peringatan HUt Ri ke 71 itu dikarenakan oleh faktor alam semata.

“Ini karena faktor alam saja,” ujar dia.