Jelang Penerapan AKB, DPRD Pangandaran Dan Kemenag Bahas Protocol Covid-19 Di Pondok Pesantren

0
80

Pangandaran, SPC – Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19 di pondok pesantren yang ada di Kabupaten Pangandaran Komisi I dan IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, lakukan pembahasan penerapan protokol Covid 19 di pondok pesantren.

”sekarang kita sedang lakukan pembahasan bersama Kementerian Agama (Kemenag) Pangandaran itu dalam rangka menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal,” Ungkap Adang Sudirman, Ketua Komisi I DPRD Pangandaran. Rabu (17/06/2020).

Adang mengatakan, Pelaksanaan rapat dilakukan bersama Kemenag untuk menindak lanjuti Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.321-Hukham/2020.

“Surat keputusan gubernur itu tentang protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan pondok pesantren,” katanya.

Sementara, Kepala Kemenag Pangandaran Cece Hidayat menyampaikan, jumlah pondok pesantren yang aktif berdasarkan hasil verifikasi tercatat sebanyak 128.
“Di Pangandaran juga ada 45 pondok pesantren yang sudah tidak aktif. Untuk jumlah santri se kabupaten tercatat sebanyak 12.594 orang,” ujarnya.

Cece menjelaskan pondok pesantren masih mengacu pada Surat Edaran Bupati Pangandaran No: 443/1472/BPBD/2020 tentang Perpanjangan Pelaksanaan PSBB secara Proporsional di Kabupaten Pangandaran.

“Jadi belum menyelenggarakan proses pembelajaran secara tatap muka. Kalau untuk kesiapan penerapan protokol di pondok pesantren kan bisa bersinergi dengan pihak lainnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran Yani Achmad Marzuki mengatakan, pihaknya bersedia untuk memfasilitasi pondok pesantren dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan. “Dari pihak kita juga siap memfasilitasi dan mudah mudahan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Pangandaran bisa diminimalisir,” pingkasnya.