Jokowi Dikabarkan ke Pangandaran, Resmikan 9 Puskesmas

0
2852
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengecek pembangunan Puskesmas Parigi. Puskesmas ini satu dari 9 puskesmas yang direncanakan diresmikan Presiden Jokowi Oktober mendatang. Foto: AK
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengecek pembangunan Puskesmas Parigi. Puskesmas ini satu dari 9 puskesmas yang direncanakan diresmikan Presiden Jokowi Oktober mendatang. Foto: AK

Cijulang, SPC – Presiden RI Joko Widodo dikabarkan akan mengunjungi Kab. Pangandaran pada Oktober mendatang. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini rencananya untuk meresmikan sembilan puskesmas yang dibangun Pemkab Pangandaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki menginformasikan, kesembilan puskesmas yang dibangun dengan standar pelayanan prima ini akan selesai Oktober mendatang.

“Rencananya akan diresmikan oleh presiden Joko Widodo, 25 Oktober, pas Hari Jadi Kabupaten Pangandaran,” ujar Yani kepada wartawan, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, ada dua pilihan lokasi yang akan dijadikan tempat peresmian serentak sembilan puskesmas oleh Presiden Jokowi. Pertama, menurut dia, adalah Puskesmas Cikembulan di Kec. Sidamulih, dan kedua, Puskesmas Parigi di Kecamatan Parigi.

“Kalau lokasinya di mana nanti Pak Bupati yang akan menentukan,” ujarnya.

Yani menyampaikan anggaran pembangunan masing-masing puskesmas bervariasi, karena sebagian dibangun baru dan sisanya renovasi. Ia merinci, Puskesmas Padaherang dibangun dengan anggaran Rp 3,1 miliar, Puskesmas Kalipucang Rp 5,7 miliar, Puskesmas Pangandaran Rp 5,9 miliar, dan Puskesmas Legokjawa Rp 3,8 miliar.

Selanjutnya, menurut Yani, Puskesmas Langkaplancar dibangun dengan biaya Rp 2,3 miliar, Puskesmas Cigugur Rp 3,3 miliar, Puskesmas Parigi Rp 1,4 miliar, Puskesmas Cikembulan Rp 1,4 miliar, dan Puskesmas Cimerak 2,4 miliar.

“Anggaran tersebut hanya untuk pembangunan fisik saja tidak termasuk alat kesehatan,” tuturnya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata sebelumnya telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk menginventarisir sehingga di anggaran perubahan bisa diakomodir. “Diutamakan pendingin ruangan dan tempat tidur,” ujar Bupati.