Karoket, Kuliner Legendaris Pangandaran Ciptaan Orang Tasik

0
929
Abah Iyan (76), hampir 25 tahun berjualan karoket. Andi Nurroni/SPC.
Abah Iyan (76), hampir 25 tahun berjualan karoket. Andi Nurroni/SPC.

Pangandaran, SPC- Kabupaten Pangandaran memiliki satu kuliner khas yang tidak banyak diketahui orang. Penganan yang legendaris di sekitar Kecamatan Pangandaran ini bernama karoket.

Cerita tentang karoket diriwayatkan salah seorang penjualnya, Abah Iyan Sofian (76) kepada SPC. Menuruh Abah Iyan, jajanan karoket diciptakan pemuda asal Tasikmalaya bernama Toto. Toto, kata Abah Iyan, merantau ke Pangandaran dan meracik kuliner yang ia beri nama karoket pada tahun 1986.

Namun tak lama setelah kedatangannya ke Pangandaran, menurut Abah Iyan, Toto pergi merantau ke Riau dan meninggalkan pekerjaan tersebut. Hingga kini, menurut Iyan, sesekali Toto pun masih suka berkunjung ke Pangandaran.

“Jang Toto itu tetangga Abah di Tasik. Tahun 1993, Abah ikut jualan sama beberapa tetangga dan saudara,” ujar Abah Iyan dijumpai tengah menjajakan dagangannya di sekitar Parapatan Joko, Desa Pangandaran, Kamis (4/6).

Abah Iyan menceritakan, sejak dirintis Toto, hanya ada beberapa orang saja di Pangandaran yang berjualan jajanan ini. Umumnya, menurut Abah Iyan, mereka berjualan di halaman SD.

Para penjual karoket, menurut Abah Iyan, berasal dari satu lingkungan di Kec. Cisayong. Beberapa di antaranya, kata dia, adalah kerabat. Sebagian penjual karoket seangkatannya, menurut Abah Iyan, sudah meninggal dunia, seperti Abah Engkos yang lebih dari 20 tahun berjualan di SDN VI Pangandaran.

Saat ini, menurut Abah Iyan, tersisa empat orang penjual karoket di sekitar Kec. Pangandaran. Selain dirinya yang kini berjualan di sekitar Parapatan Joko, ada juga Aris yang menjajakan karoket di sekitar SDN 1 Pangandaran.

“Yang baru ada namanya Dodi. Satu lagi Anton, dia jualannya kadang-kadang, kalau lagi banyak ikan, dia melaut,” kata kakek beranak lima ini sambil melayani pembeli.

Karoket Abah Iyan, laris diserbu pembeli. Andi Nurroni/SPC

Abah Iyan menceritakan, tahun depan, genap 25 tahun dia berjualan makanan tersebut. Ketika awal berjualan, menurut dia, satu karoket dijual Rp 50 sedangkan karoket telor Rp 250. Kini, menurut Abah Iyan, harga satu karoketnya Rp 1000 dan karoket telor Rp 4.000.

Di Parapatan Joko tempatnya berjualan, Abah Iyan mengaku baru setahun terakhir mangkal di sana. Sebelumnya, sang kakek menyebut menjajakan dagangannya di SDN V Pangandaran.

Abah Iyan yang tinggal di Dusun Parapat beralasan, ia kini memilih berjualan tak jauh dari rumahnya karena sudah tak kuat lagi mendorong gerobak hingga ke SDN V Pangandaran. Karena faktor usia  juga, ia kini hanya berjualan mulai pukul 15.30 hingga 18.30.

“Untungnya Alhamdulillah, cukup lah buat beli beras dan sayur asem,” ujar Abah Iyan seraya tersenyum ditanya penghasilannya setiap hari.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Kuliner Ini Asli Pangandaran