Suara Warga: Kesadaran Berlalu Lintas Masyarakat Pangandaran Masih Rendah

0
718
Ilustrasi. Foto: wartamedan.com
Ilustrasi. Foto: wartamedan.com
Ilustrasi. Foto: wartamedan.com

Assalamualaikm wr.wb.

Dua hari yang lalu sewaktu mudik ke Pangandaran, ada yang sedikit menarik perhatian saya terkait kesadaran masyarakat Pangandaran dalam menaati rambu-rambu lalu lintas. Pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB saya terjebak lampu merah di bundaran atau perempatan Desa Pangandaran.

Saya sedikit heran karena beberapa orang pengendara motor lain disebelah saya tidak berhenti dan melanjutkan perjalanan menerobos lampu merah. Selain itu, pengendara lain dari arah tol juga ikut melaju, walaupun saya tidak tahu mereka terjebak lampu merah atau tidak.

Dengan melajunya kendaran-kendaraan dari dua arah yang berbeda ini otomatis membuat kemacetan dan lalu lintas menjadi acak-acakan. Belum lagi setelah saya perhatikan, sebagian besar pengendara motor pada waktu itu ternyata tidak menggunakan alat pengaman seperti helm.

Baik orang dewasa maupun anak-anak sekolah yang berkendaraan pun tidak mengenakannya. Dan yang lebih parahnya lagi, polisi lalu lintas pada waktu itu hanya ada satu orang, itu pun hanya berjaga-jaga disekitaran pos polisi yang ada di sekitar bundaran tanpa melakukan tindakan yang berarti.

Sebagai warga asli Pangandaran yang saat ini daerahnya telah resmi menjadi daerah otonom, saya tentu punya harapan lebih agar Pangandaran tidak hanya memiliki tatanan daerah yang baik, tetapi lebih daripada itu juga masyarakat yang memiliki pola pemikiran yang baik.

Bagi saya, kasus kesadaran dalam berkendaraan dan berlalu lintas diatas merupakan hal yang wajib untuk diperhatikan oleh masyarakat demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Masyarakat yang sadar tentu akan patuh dan taat dalam berkendaraan dan berlalu lintas.

Terlebih dengan adanya Undang-Undang Lalu Lintas nomor 22 Tahun 2009 yang memuat peraturan lalu lintas serta sanksi pidana dan denda bagi yang melanggar lalu lintas hendaknya juga diperhatikan.

Dalam hal penyadaran, yang mempunyai kewajiban dan yang bertanggung jawab untuk memberikan penyadaran tersebut adalah pemerintah setempat dan aparat penegak hukum.

Oleh karena itu, saya berharap kepada pemerintah Kabupaten Pangandaran dan aparat penegak hukum, khususnya pihak Kepolisian Kabupaten Pangandaran, berkenan memberikan penyadaran dan pengarahan kepada masyarakat berupa sosialisasi tentang bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar agar pemahaman masyarakat tentang pentingnya menaati lalu lintas semakin meningkat.

Karena bagaimanapun, hal ini menjadi tanggung jawab bersama agar daerah kita semakin baik untuk kedepannya.

Wassalamualaikm wr.wb.

 

Reni Murniati

Parapat, Pangandaran