Merasa Tak Digubris, Massa NU Segel DPRD Pangandaran

0
459
Ratusan massa NU saat berunjuk rasa di DPRD Pangandaran, Selasa (8/5). Syamsul Arifin/SPC

Parigi, SPC – Seratusan pengunjuk rasa yang berasal dari sejumlah sayap organisasi keagamaan Nahdlathul Ulama (NU) Kabupaten Pangandaran melakukan aksi penyegelan terhadap gerbang kantor DPRD Kabupaten Pangandaran, Selasa (8/5).

Aksi tersebut dilatarbelakangi kekecewaan atas sikap DPRD yang dianggap tidak responsif terhadap aspirasi warga NU soal isu minuman keras.

Massa berasal dari sejumlah sayap organisasi NU, yakni Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Ikatan Pelajar Nahdlathul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlathul Ulama (IPPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

“Penyegelan gerbang DPRD dilakukan karena kami merasa tidak didengar, padahal surat pemberitahuan untuk audiensi sudah disampaikan sejak lama,” ujar Ketua GP Ansor Pangandaran Encep Najmudin di sela unjuk rasa.

Melalui permohonan audiensi, menurut Encep, sedianya pihaknya ingin turut mendorong terciptanya tata peradaban Kabupaten Pangandaran yang lebih maju dan berakhlak, aman, tentram.

Menurut Encep, ada beberapa hal penting yang ingin disampaikan ke DPRD Pangandaran. Salah satunya, kata dia, adalah urgensi pengendalian minuman keras yang sudah menelan banyak korban.

“Selain itu kami juga menolak peredaran narkoba, perjudian dan hiburan malam, dan ini merupakan amanat masyarakat terutama para kyai di Kabupaten Pangandaran,” tegasnya.

Selain itu, menurut Encep, pihaknya  juga menuntut pemerintah supaya mengentaskan persoalan LGBT dan PSK di Kabupaten Pangandaran dengan cara membuat peraturan daerah.

“Karena kami tidak direspons, terpaksa kami melakukan penyegelan karena DPRD dianggap sudah tidak memiliki demokrasi,” ujar dia.