Penjaga Pantai Pangandaran Selamatkan Ratusan Nyawa Setiap Tahun

0
314
Petugas Balawista Pangandaran melakukan penyelamatan terhadap korban kecelakaan laut. Foto" Nay Suryana

Pangandaran – Tingginya kunjungan wisatawan ke Pantai Pangandaran, Jawa Barat berbanding lurus dengan jumlah kasus kecelakaan laut yang terjadi. Beruntung, risiko tersebut berhasil diminimalisasi berkat kiprah Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pangandaran.

Sekretaris Balawista Kabupaten Pangandaran Asep Kusdinar melaporan, sepanjang 2018 saja, terjadi 160 kasus kecelakaan laut yang dialami wisatawan yang berenang di Pantai Pangandaran. Dari jumlah tersebut, menurut Asep, satu orang meninggal dunia.

Kasus kecelakaan, kata Asep, didominasi wisatawan muda di bawah 25 tahun. Lebih khusus, menurut Asep, sebagian besar kecelakaan terjadi di zona larangan berenang.

“Kita sudah berikan rambu dan imbauan. Mungkin mereka tidak mengetahui jelas bahaya yang mengancam dan risiko kematian yang mereka hadapi,” kata Asep kepada SPC, Senin (6/5/2019).

Perilaku wisatawan lokal, kata Asep, berbeda dengan turis mancanegara. Menurut Asep, turis mancanegara sangat menaati rambu-rambu keselamatan sehingga sangat jarang sekali terjadi kecelakaan yang melibatkan mereka.

Asep menyampaikan, ratusan penyelamatan tersebut dilakukan anggota Balawisata Pangandaran yang telah tersertifikasi. Pelatihan anggota Balawista Pangandaran, kata Asep, melibatkan organisasi dunia, yakni International Surf Lifesaving Association (ISLA) dan International Life Saving (ILS) Federation.

Asep melaporkan, saat ini Balawista Pangandaran yang berstatus sebagai Satuan Tugas (Satgas) di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran memiliki 40 anggota. Ia merinci, 36 anggota bertugas di Pantai Pangandaran dan 4 anggota bertugas di Pantai Batukaras.

Pemecah Gelombang

Demi meredam gelombang dan arus deras di sebagian wilayah Pantai Barat Pangandaran, Pemkab Pangandaran dan Pemprov Jawa Barat berencana membangun pilar pemecah gelobang tahun ini. Saat ini, kajian dan sosialisasi tengah dilakukan.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, dengan adanya pemecah gelombang, kawasan berenang akan lebih panjang serta keamanan dan kenyamanan wisatawan saat berenang semakin terjaga.

“Anggarannya Rp 40 miliar dari provinsi, sekarang lagi buat DED-nya,” kata Jeje saat memberikan sosialisasi proyek terkait kepada pengusaha perahu pesiar, Senin (6/5/2019).