Perhutani Dikabarkan Akan Tebang Kawasan Hutan Cigugur, Walhi Jabar Protes

0
1112
Ilustrasi: Pangkal pohon sisa penebangan terseret aliran sungai dan berakhir di tepi pantai beberapa waktu lalu. Praktik penebangan pohon di hutan Pangandaran belum memeunhi prosedur ideal. Andi Nurroni/SPC
Ilustrasi: Pangkal pohon sisa penebangan terseret aliran sungai dan berakhir di tepi pantai beberapa waktu lalu. Praktik penebangan pohon di hutan Pangandaran belum memeunhi prosedur ideal. Andi Nurroni/SPC

Pangandaran, SPC – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat menyampaikan pernyataan protes melalui media sosial dan jaringan wartawan terkait rencana Perum Perhutani KPH Ciamis melakukan penebangan kayu di kawasan Gunung Walang, Kec. Cigugur, Kab. Pangandaran.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat Dadan Ramdan menyampaikan, pihaknya menerima informasi rencana penabangan kayu di kawasan Cigugur dari kelompok Forum Akar, organisasi anggota Walhi Jawa Barat di Kota Banjar.

“Luasnya diperkirakan 32 hektare, dengan jenis kayu mahoni, puspa dan kayu rimba lainnya. Di sana banyak mata air juga sungai, sehingga penebangan berpotensi memicu bencana ekologis,” ujar Dadan kepada SPC melalui sambungan telepon.

Dadan menjelaskan, dari informasi jenis kayu yang akan ditebang, diduga sebagian merupakan kayu-kayu hutan yang tumbuh alami atau tidak dibudidayakan oleh Perhutani.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Dadan, Pihak Perhutani akan menebang habis kayu di kawasan tersebut. Dengan kondisi sekarang, menurut Dadan, kebijakan tersebut tidak rasional.

“Meskipun itu hutan produksi, kita tetap tidak setuju,” ujar Dadan.

Dimintai tanggapan  pada Rabu (9/8/2017) sore, Kepala Urusan Humas Kaur Humas dan Agaria KPH Perhutani Ciamis Andrie Harimawan meminta waktu untuk berkonsultasi sebelum memberikan jawaban kepada media.

Namun hingga berita ini diturunkan, Andrie tidak memberikan tanggapan lebih lanjut.