Perjuangkan Penerangan Jalan, Mahasiswa Langkaplancar Buat Perkumpulan

0
776
Anggota Ikatan Mahasiswa Langkaplancar (Ikmal) berfoto seusai pertemuan. Foto: Ikmal.
Anggota Ikatan Mahasiswa Langkaplancar (Ikmal) berfoto seusai pertemuan. Foto: Ikmal.

Langkaplancar, SwaraPangandaran.Com – Para mahasiswa asal Kec. Langkaplancar, Kab. Pangandaran mendeklarasikan perkumpulan. Inisiatif membentuk perkumpulan ini lahir dari keresahan anak-anak muda tersebut melihat ketertinggalan pembangunan di kampung halaman mereka.

Perkumpulan yang diberi nama Ikatan Mahasiswa Langkaplancar atau disingkat Ikmal ini mula-mula diinisiasi Imam Farid Muslim (23), alumni Universitas Siliwangi Tasikmalaya, yang baru merampungkan studinya Maret lalu.

Imam menceritakan, niat mengumpulkan teman-temannya sesama mahasiswa terbersit ketika ada tokoh warga yang memintanya membuatkan permohonan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di kampungnya.

Menurut Imam, hampir sebagian besar akes jalan di Kec. Langkaplancar tidak memiliki penerangan. Kondisi ini, kata dia, menghambat mobilitas warga dan sedikit-banyak berdampak pada terhambatnya kemajuan perekonomian warga.

“Awalnya, saya mengajak beberapa teman diskusi di grup WA, namanya Forum Silaturahmi Mahasiswa Langkaplancar.  Dari sana berkembang, banyak yang masuk grup, sampai mencapai 70 orang,” kata Imam kepada SP.Com, Selasa (5/7/2017).

Para anggota Ikmal, ia merinci, saat ini menempuh pendidikan di berbagai kota, seperti Ciamis, Tasikmalaya, Bogor, Bandung, bahkan Jogjakarta. Sebagian, kata dia, kuliah di perguruan tinggi negeri, seperti IPB, Unpad, UPI, UIN dan Unsil.

Memanfaatkan momentum libur Lebaran, menurut Imam, perbincangan di grup WhatsApp ditindaklanjuti dengan diadakannya pertemuan di Kantor Kecamatan Langkaplancar pada Kamis (29/6/2017). Pertemuan tersebut, kata dia, membuahkan beberapa kesepekatan.

Selain membentuk struktur, kata dia, disepakati tujuan-tujuan organisasi, di antaranya komitmen untuk mengadvokasi isu-isu masyarakat di Langkaplancar.

“Kami berharap mahasiswa Langkaplancar bisa berdaya saing, namun tetap peduli terhadap kampung halaman,” ujar dia.