Pesisir Pangandaran Tergerus Abrasi

0
1147
Seorang warga melihat tanggul penahan abrasi yang keropos di Pantai Timur Pangandaran, Senin (28/11). AN
Seorang warga melihat tanggul penahan abrasi yang keropos di Pantai Timur Pangandaran, Senin (28/11). AN
Seorang warga melihat tanggul penahan abrasi yang keropos di Pantai Timur Pangandaran, Senin (28/11). AN

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Abrasi atau penggerusan kawasan pesisir melanda sepanjang garis pantai Kabupaten Pangandaran. Dampak dari pemanasan global ini menyebabkan menyempitnya luas pantai dan tergerusnya vegetasi pantai.

Penyempitan luas pantai terlihat jelas di sejumlah pantai utama, seperti Pantai Timur Pangandaran, Pantai Batukaras, Pantai Madasari dan Pantai Legokjawa.

Sebagai gambaran, Pantai Timur Pangandaran yang dulu bisa dimanfaatkan anak-anak bermain sepakbola kini dan menyimpan perahu nelayan, kini tidak bisa lagi. Sebagai upaya menahan laju abrasi, pemerintah membangun tanggul beton di pantai ini.

Namun begitu, tanggul yang dibangun juga tidak luput dari gerusan air. Beberapa titik tanggul mengalami keropos dan batu-batu pemecah gelombang juga sebagian berjatuhan. Meskipun dampak abrasi terlihat sangat nyata, belum banyak upaya yang dilakukan pemerintah.

Kepala Seksi Kelautan Dinas Kelautan, Kehutanan dan Pertanian Kabupaten Pangandaran Ade Supriatno mengakui, selama ini upaya penanaman vegetasi pantai baru mengandalkan program-program kerjasama dengan pihak-pihak ketiga, terutama universitas dan perusahaan.

Sementara untuk pembangunan tanggul-tanggul penahan abrasi, kata Ade, pihaknya mengupayakan bantuan ke Pemerintah Pusat.

“Untuk tahun 2017 juga kami mengajukan, tapi belum ada respons,” kata Ade melaui sambungan telepon, Senin (28/11).

Komandan Pos Angkatan Laut Pangandaran Peltu (L) Dayat Sudrajat mengajak warga pesisir untuk hidup lebih mencintai laut. Bentuk kecintaan terhadap laut, kata Dayat, di antaranya diwujudkan dengan menjaga kawsan pesisir.

Warga, kata Dayat, harus menjaga eksosistem vegetasi pesisir sebagai benteng kawasan pesisir. Jangan sampai, menurut Dayat, kawasan pesisir justeru berubah menjadi hutan beton dan perumahan.

“Kalau di pesisir tidak ada pepohonan, gelombang, angin itu langsung menyapu pemukiman,” ujar Dayat.

Dimintai tanggapan, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berjanji akan memeriksa kawasan-kawasan pesisir untuk mengecek titik-titik yang terdampak abrasi.

“Saya kira gerakan hijau harus kita lakukan, kita buat green belt di pesisir,” kata Jeje.